Predikat Baru Kota Semarang Yang Membanggakan

SEMARANG (Awal.id) – Kota Semarang dinobatkan menjadi salah satu dari tiga daerah yang menjadi ‘Kota Mahasiswa’ atau ‘City of Intellectual’.

Untuk diketahui, Semarang, Solo, dan Surabaya mendapat penghargaan sebagai Kota Mahasiswa yang diserahkan oleh Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri secara virtual.

Lalu apa yang membuat Kota Semarang mendapat predikat ini?

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyebut parameter Kota Semarang menjadi Kota Mahasiswa lebih diketahui oleh tim penilai yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Hafid Abbas. Meski begitu, dia yakin aksesibilitas kota hingga murahnya biaya hidup menjadi poin plus tersendiri.

“Parameternya dari tim penilai. (Upaya) Jadi Kota aman, bersih, aksesibilitas fasilitas kota, kenyamanan bagi orang tua, barang konsumsi murah,” kata Iswar. (15/11)

Sementara itu, menurut pihak Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang merupakan salah satu universitas negeri di Semarang, mengaku mengakomodir kepentingan mahasiswanya. Wakil Rektor 1 Undip Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Budi Setiyono mengatakan pihaknya memfasilitasi layanan mahasiswa terutama yang terkait dengan penelitian.

“Prinsipnya kita berusaha untuk bersinergi dengan pemerintah kota, baik itu dalam pemberian layanan kepada mahasiswa, penelitian, maupun pengabdian pada masyarakat. Sejauh ini pemkot sangat mendukung segala upaya Undip untuk menjadi universitas terbaik,” kata Budi.

Hal senada juga disampaikan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman. Fathur mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan Pemkot Semarang untuk mewujudkan Kota Mahasiswa.

“Unnes siap mewujudkan City of Intellectual bekerja sama dengan pemerintah dalam memberikan kontribusi pada bangsa dan negara terutama melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan karakter bangsa,” kata Prof Fathur Rokhman lewat pesan singkatnya.

City of Intellectual dicetuskan oleh Proklamator RI Bung Karno pada 15 September 1953 saat menandatangani prasasti gedung UNJ tahun 1953. Visi tersebut baru dikenal pada 2010, saat Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia pada 2010.

QS menjelaskan satu kota disebut sebagai Kota Mahasiswa jika kota itu sudah terdapat minimal dua perguruan tinggi bereputasi, yang melayani masyarakatnya berpenduduk lebih 250 ribu jiwa. Di Semarang sudah ada lebih dari dua perguruan tinggi bereputasi.

CR: Detik.Com

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *