Giatkan Inovasi Wisata Dengan Prokes, Kunjungan Wisata Semarang Meningkat

SEMARANG (Awal.id) ­- Setelah mengalami penurunan jumlah wisatawan sepanjang tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, sektor wisata di Kota Semarang mulai menggeliat jelang akhir tahun. Tercatat selama libur Natal, sekitar 2.000 orang mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mencatat telah terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang cukup signifikan jelang tutup tahun 2020. Peningkatan disebut mulai terjadi pada tanggal 24 Desember 2020, dan diprediksi akan terus bertambah hingga momen libur pergantian tahun.

Salah satu destinasi yang mengalami lonjakan pengunjung adalah Lawang Sewu, dimana pada tanggal 24 Desember 2020 terhitung sebanyak 1.738 orang mengunjungi objek wisata di kawan Pemuda, Kota Semarang tersebut. Angka tersebut kemudian melonjak lagi menjadi 2.752 di tanggal 25 Desember 2020.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menekankan, meningkatnya jumlah kunjungan ke Ibu Kota Jawa Tengah diupayakan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat di semua tempat. Untu itu Pemkot Semarang bahkan melakukan renovasi sejumlah tempat wisata seperti Taman Lele, Goa Kreo, Tinjomoyo, hingga yang terbaru membuka wahana off road Semarang Zoo Adventure.

“Di Kota Semarang kami memutuskan untuk tempat wisata, hotel, restoran selama akhir tahun boleh beraktifitas untuk roda ekonomi dapat berputas. Namun konsekuensinya harus lebih giat dalam menerapkan protokol kesehatan, dan tidak boleh ada yang namanya peringatan malam tahun baru,” ungkap Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu.

“Selain untuk menjaga supaya tidak terjadi klaster baru, penerapan protokol kesehatan yang ketat ini juga penting agar masyarakat yang berkatifitas juga bisa nyaman. Sehingga menegakkan protokol kesehatan dengan berbagi inovasi, seperti pemantauan lewat CCTV, mengingatkan lewat pengeras suara, serta menyediakan mobil jeep untuk berkeliling di Semarang Zoo, menjadi salah satu upaya penting,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyakinkan bahwa protokol kesehatan yang ketat tak hanya diterapkan di objek wisata milik pemerintah saja. Indriyasari menyebutkan telah melayangkan surat edaran kepada seluruh asosiasi pariwisata dan perhotelan. “Setiap tamu yang datang wajib mengisi aplikasi agar memudahkan pemantauan dan tracing bila terjadi hal yang tak diinginkan”, terangnya.

Di sisi lain, Direktur Semarang Zoo, Awwaludin menyebutkan dibukanya wahana Semarang Zoo Adventure, yang menyediakan mobil off road bagi pengunjung untuk berkeliling, merupakan salah satu opsi paket wisata yang didorong saat ini. “Sesuai dengan arahan bapak Wali Kota, kami terus berupaya untuk menawarkan paket wisata yang tidak menimbulkan kerumunan pengunjung, salah satunya dengan Semarang Zoo Adventure ini,” jelasnya.(*) IPG

 

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *