Inspiratif, Lulus Kuliah Di Usia 48 Tahun Bersamaan Dengan 2 Anaknya

SAMARINDA (Awal.id) – Mahatma Gandhi pernah mengatakan “Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya”. Kalimat tersebut nampaknya cocok untuk disematkan kepada Hartati (48). Diumurnya yang sudah tidak muda lagi, ia tetap semangat dalam menimba ilmu.

Tidak merasa malu ataupun minder kepada mahasiswa lain di satu kelas ataupun kampus, Hartati tetap tekun dan bersemangat saat mengikuti perkuliahan. Demi mengejar ilmu dan rasa kemauan untuk belajar yang sangat tinggi, ia pun melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Ia menyelesaikan pendidikannya bersamaan dengan kedua anaknya yang lebih dulu menuntut ilmu di perguruan tinggi di Kota Samarinda.

Wanita yang bekerja di Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda ini telah menyelesaikan studi S1 jurusan Ilmu Komputer di Universitas Mulia cabang Samarinda.

Ia mengaku dari dulu sangat berkeinginan untuk bersekolah lagi. Ia juga melihat kondisi pekerjaan sekarang ini, dimana ia harus bersaing dengan anak-anak muda lainnya yang memiliki ilmu dan skill lebih.

“Keinginan saya untuk sekolah itu besar, tetapi karena ekonomi jadi saya tunda dulu. Dan mengutamakan kedua anak saya,” ujar Hartati saat dihubungi, Selasa (28/7/2020).

Hartati menjelaskan untuk anak pertamanya yang bernama Herunisa (28) melanjutkan alih jenjang perawat di Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT) yang sebelumnya telah menyelesaikan Diploma Tiga (tiga) perawat. Sedangkan anak keduanya bernama Putri Ramayanti (24), kuliah satu kampus dengan ibunya di Universitas Mulia cabang Samarinda.

“Alhamdulillah kami bertiga lulus semua tahun ini. Jadi anak kedua saya itu masuk di tahun 2013 sedangkan saya masuk di tahun 2016,” tuturnya.

Ia pun mengaku, pada saat masuk kuliah di tahun pertama sempat merasa malu dan minder. Lantaran teman-teman yang berada memiliki jarak umur yang sangat jauh dari dirinya. Namun karena niat dan semangat belajar ia mengesampingkannya dan fokus menuntut ilmu.

“Sempat malu karena di kelas saya dipanggil ibu dan sudah seperti ibu bagi teman-teman, karena kan mereka masih muda-muda. Sedangkan saya ini kan sudah punya cucu juga,” ungkapnya.

Ke depannya, wanita yang telah bekerja di RRI sejak tahun 1991 ini akan menerapkan ilmu yang telah ia dapatkan.

“Saya bekerja di RRI sejak tahun 1991 bagian operator studio. Setelah ini mau menyalurkan ilmu yang sudah saya dapat pas waktu kuliah, dan bisa menerapkannya di kantor saya. Mau mengaplikasikan ilmu yang sudah saya dapatkan,” pungkasnya.

 

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *