Kembangkan Ampas Kopi Jadi Material Elektroda Baterai Sodium Ion

SOLO (Awal.id) – Mahasiswa S1 Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengkaji lebih lanjut sintesis hard carbon dari limbah ampas kopi sebagai anoda baterai sodium ion. Mereka adalah Tim PKM Penelitian Eksakta (PKM PE) yang terdiri atas Hafid Khusyaeri, Dewi Pratiwi, dan Haris Ade Kurniawan.

Hafid yang juga ketua tim mengatakan dirinya dan teman setim ingin menghadirkan baterai sodium ion (BSI) sebagai alternatif baterai lithium ion (BLI).

Sedangkan pengembangan material alternatif berupa sodium atau natrium ini dipilih karena ketersediaannya yang sangat melimpah dan sangat mudah ditemukan di alam Indonesia.

“Sayangnya BSI performanya masih di bawah BLI sehingga diperlukan pengembangan terhadap baterai sodium ion, salah satunya yakni pemilihan jenis material elektroda yang cocok,” ujar Hafid, Kamis (26/11/2020) lalu.

Hingga kemudian, tim di bawah bimbingan dosen Agus Purwanto ini menemukan solusi dengan cara mengolah limbah ampas kopi menjadi material elektroda BSI. Bahan ini pun bisa diperoleh dari industri kopi atau kedai kopi yang kini jumlahnya cukup banyak.

Sementara itu, Dewi menambahkan hard carbon dalam hal ini dibuat dengan proses karbonisasi ampas kopi.

Selanjutnya dilakukan berbagai langkah optimasi sehingga meningkatkan performa hard carbon BSI.

“Berdasarkan hasil studi literatur, sintesis hard carbon dari ampas kopi dapat dimodifikasi menjadi satu langkah karbonisasi agar menghemat energi dan biaya produksi, selanjutnya dilakukan doping natrium klorida [NaCl] untuk meningkatkan kinerja elektrokimia. Penambahan NaCl merupakan suatu usaha meningkatkan konduktivitas elektrokimia dan mengatur morfologi hard carbon,” ujar Dewi.

Dari studi yang berhasil lolos Pimnas ke-33 ini, diharapkan dapat mendorong pengembangan penyimpan energi masa depan berskala besar berupa BSI. Mereka mengajak dan menekankan pentingnya menggali potensi Indonesia yang beragam dan berlimpah sehingga dapat mendorong pengembangan energi terbarukan.

“Pemanfaatan biomassa limbah ampas kopi berpotensi meningkatkan nilai ekonomi, mengurangi dampak negatif yang dapat ditimbulkan limbah ampas kopi sehingga memunculkan konsep zero waste,” pungkas Haris.

 

CR: Solopos

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *