Tiga Operator Seluler Di Indonesia Ini Bakal Dapat Frekuensi 5G

JAKARTA (Awal.id) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan hasil seleksi penggunaan blok pita frekuensi radio 2,3 GHz pada rentang 2.360-2390 MHz. Pita frekuensi tersebut nantinya bisa digunakan untuk menggelar jaringan 5G.

Adapun tiga operator seluler yang dinyatakan lolos yakni Smartfren, Telkomsel, dan Hutchison Tri Indonesia. Alokasi pita frekuensi yang dilelang adalah sebesar 30 Mhz yang terdiri dari tiga blok, yakni blok A, B, dan C.

Masing – masing blok yaitu, Smartfren mendapatkan bagian blok A, sedangkan Hutchison Tri Indonesia mendapat bagian blok B, dan Telkomsel mendapatkan bagian blok C. Ketiga operator seluler ini masing-masing mendapatkan alokasi sebesar 10 Mhz.

Ketiga operator seluler itu menawarkan harga yang sama, yakni Rp 144,8 miliar untuk masing-masing blok.

Sebagai informasi, pada pendaftaran awal lelang, ada lima operator yang mengambil dokumen seleksi. Namun, hanya empat operator yang mengembalikan dokumen, yaitu Telkomsel, Tri, Smartfren, dan XL Axiata.

Frekuensi 2,3 GHz sebelumnya dihuni oleh operator telekomuniasi Broadband Wireless Access (BWA). Namun, Kominfo mencabut izin frekuensi milik tiga operator BWA pada Desember 2018.

Tiga operator tersebut adalah PT First Media Tbk (KBLV), PT Internux, dan Jasnita Telekomindo. Kominfo memutuskan tidak memperpanjang lisensi operator BWA dan mengalihkan frekuensi untuk layanan bergerak seluler.

Untuk diketahui, di pita frekuensi 2,3 Ghz saat ini dihuni oleh Telkomsel dengan lebar pita 30 Mhz, Smartfren dengan lebar pita 30 Mhz, dan PT Berca Hardayaperkasa yang tersebar di beberapa zona.

Dengan demikian, Telkomsel dan Smartfren kini masing-masing memiliki lebar pita 40 Mhz, kemudian Tri Indonesia 10 Mhz, dan PT Berca Hardayaperkasa.

Hasil seleksi ini kemudian akan disampaikan ke Menteri Kominfo, Johnny G Plate untuk mendapatkan penetapan resmi sebagai pemenang seleksi. Adapun rincian wilayah di masing-masing blok adalah sebagai berikut:

# Blok A, terdiri atas:

  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 1 (Sumatera Bagian Utara)
  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 4 (Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)
  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 5 (Jawa Bagian Barat; kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi)
  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 6 (Jawa Bagian Tengah)
  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 7 (Jawa Bagian Timur)
  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 9 (Papua)
  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 10 (Maluku dan Maluku Utara)
  • Rentang 2.360 – 2.370 MHz pada zona 12 (Sulawesi Bagian Utara)

 

# Blok B, terdiri atas:

  • Rentang 2.370 – 2.375 MHz pada zona 1 (Sumatera Bagian Utara)
  • Rentang 2.370 – 2.380 MHz pada zona 4 (Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi)
  • Rentang 2.370 – 2.380 MHz pada zona 5 (Jawa Bagian Barat; kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi)
  • Rentang 2.370 – 2.380 MHz pada zona 6 (Jawa Bagian Tengah)
  • Rentang 2.370 – 2.380 MHz pada zona 7 (Jawa Bagian Timur)
  • Rentang 2.370 – 2.380 MHz pada zona 9 (Papua)
  • Rentang 2.370 – 2.380 MHz pada zona 10 (Maluku dan Maluku Utara)
  • Rentang 2.370 – 2.380 MHz pada zona 12 (Sulawesi Bagian Utara)
  • Rentang 2.375 – 2.380 MHz pada zona 15 (Kepulauan Riau)

 

# Blok C, terdiri atas:

  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 4 (Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)
  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 5 (Jawa Bagian Barat; kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi)
  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 6 (Jawa Bagian Tengah)
  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 7 (Jawa Bagian Timur)
  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 9 (Papua)
  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 10 (Maluku dan Maluku Utara)
  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 12 (Sulawesi Bagian Utara)
  • Rentang 2.380 – 2.390 MHz pada zona 15 (Kepulauan Riau)

 

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *