KAI akan Gunakan GeNose 19 untuk Deteksi Covid-19

Dua pekerja PT KAI diambil sampel melalui hembusan nafasnya untuk kemudian dites dengan GeNose
Dua pekerja PT KAI diambil sampel melalui hembusan nafasnya untuk kemudian dites dengan GeNose

SEMARANG (Awal.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung penggunaan Gajah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose 19 di layanan KAI untuk mendukung screening Covid-19 pada transportasi kereta api.

KAI menyambut baik inovasi yang dihadirkan oleh anak bangsa dalam rangka menghadirkan layanan deteksi Covid-19 yang cepat, murah, dan akurat.

GeNose 19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada dan sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan. Adapun pengambilan sampel dari GeNose 19 berupa embusan napas dan hasil tes dapat langsung diketahui hanya dalam waktu 3 menit. Tarifnya pun diperkirakan berkisar di Rp 20.000 untuk satu kali tes dengan akurasi diatas 90%.

Kepala Humas KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, memberi informasi bahwa KAI berencana akan membeli GeNose 19 yang nantinya akan digunakan di berbagai stasiun kereta api.

“Saat ini KAI masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah terkait penggunaan GeNose 19 tersebut pada moda transportasi umum,” katanya.

Penggunaan produk dalam negeri ini, lanjut Krisbiyantoro, juga merupakan dukungan KAI pada kampanye Bangga Buatan Indonesia yang sedang digalakan pemerintah pada masa Pandemi Covid-19.

KAI mendukung penuh semua langkah dan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat. Penggunaan GeNose 19 pada transportasi kereta api merupakan kebanggaan tersendiri bagi KAI, karena dapat menjadi salah satu yang pertama menerapkan inovasi tersebut. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *