Kolisun, Pedagang Pakaian Asal Kendal Ikut Jadi Korban Sriwijaya Air

KENDAL (Awal.id) – Salah satu penumpang Sriwijaya Air yang mengalami musibah di perairan Kepulauan Seribu ternyata seorang laki-laki asal Kabupaten Kendal. Namanya Kolisun, pedagang peralatan rumah tangga asal Desa Taman Gede, Kecamatan Gemuh yang sudah belasan tahun tinggal di Kalimantan Barat.

Kepastian kabar duka itu didapat dari Sa’adah, orang tua Kolisun, yang sebelumnya juga mendapat kabar dari salah seorang menantunya. Sa’adah pun kini hanya bisa pasrah setelah mendengar bahwa Kolisun masuk dalam daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan. Sa’adah berharap jasad anaknya segera ditemukan.

“Dapat kabarnya dari menantu melalui telepon kalau anak saya (Kolisun) ikut menjadi korban,” kata Sa’adah seraya menunjukkan foto kenangan Kolisun beserta istri dan anak-anaknya.

Selama ini, menurut Sa’adah, anak kandungnya memang merantau dan memiliki istri di Sambas, Kalimantan Barat.

Kolisun yang berprofesi sebagai pedagang alat rumah tangga, sebelum kejadian pergi ke Solo untuk mengambil barang dagangan. Barang dagangan seperti pakaian dan alat-alat dapur, dibawa ke Kalimantan untuk dijual kembali.

Sa’adah menuturkan, Kolisun telah menetap di Kalimantan sekitar 15 tahun bersama anak dan istrinya. Pada 7 Januari 2021 lalu, Kolisun menelepon dirinya untuk meminta restu. Kolisun akan mengirim anaknya ke pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Timur.

Mendengar keinginan Kolisun, Sa’adah sempat meminta agar cucunya dimasukkan Ponpes di daerah sekitar Kendal saja. “Sehingga saya bisa membantu merawat dan menjaga,” ucapnya.

Sa’adah terus memantau perkembangan pencarian korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh melalui televisi. Ia berharap anak kandungnya dapat dimakamkan di kampung halamannya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *