Kondisi Pengungsi Merapi Sehat, Stok Logistik Aman

Gubernur Ganjar Pranowo menengok dapur pengungsian Merapi
Gubernur Ganjar Pranowo menengok dapur pengungsian Merapi

KLATEN (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau lokasi pengungsian Gunung Merapi di Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (19/1). Kunjungan dilakukan untuk memastikan semua pengungsi dalam kondisi aman dan stok logistik tercukupi.

Tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 16.30 WIB, Ganjar langsung menyapa para pengungsi yang mayoritas lansia dan anak-anak. Terdapat 227 pengungsi yang menempati lokasi tersebut.

“Sehat mbah? Mpun maem dereng (sudah makan belum),” sapa Ganjar pada sejumlah pengungsi lansia di Kantor Kelurahan Balerante itu.

Sampun pak, alhamdulillah sehat,” jawab mereka kompak.

Tak hanya menanyakan kondisi pengungsi, Ganjar juga dengan teliti mengecek ke dalam pengungsian yang telah di sekat-sekat itu. Termasuk karena musim hujan, Ganjar menanyakan apakah lokasi pengungsian bocor atau tidak. Sebab, ia melihat ke atap tempat pengungsian, dan melihat langit-langit yang bolong.

“Bocor pak, kalau hujan airnya masuk semua,” kata salah satu pengungsi.

Ganjar langsung memerintahkan petugas untuk segera memperbaiki. Jika tidak ada genting, Ganjar meminta menutup dengan terpal untuk sementara.

Sesuk didandani ya (besok dibetulkan), biar nggak bocor. Kasihan ini kan musim penghujan. Pakai terpal dulu sementara, biar aman,” ucapnya.

Selain kondisi pengungsian, Ganjar juga mengecek dapur umum yang ada di lokasi itu. Ia memastikan bahwa stok logistik aman dan semua pengungsi tidak ada yang kelaparan.

“Alhamdulillah bagus, dari segi logistik cukup, dari sisi bantuan-bantuan untuk kenyamanan seperti selimut dan lain-lain juga cukup. Tinggal saya titip pada petugas untuk terus memantau kondisi dan menjaga kesehatan mereka,” kata Ganjar.

Karena status Merapi masih level siaga, maka Ganjar meminta masyarakat yang ada di radius bahaya untuk mengikuti aturan pemerintah. Apabila pemerintah meminta untuk mengungsi, maka masyarakat diminta mematuhi. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *