Pencarian Korban Sriwijaya Air, Sinyal Bangkai Pesawat Ditemukan

JAKARTA (Awal.id) – Basarnas bersama TNI dan Polri, mendirikan posko bersama di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara untuk kepentingan koordinasi pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Bahkan Minggu (10/1) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Menhub Budi Karya Sumadi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Bagus Puruhito dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mendatangi posko search and rescue (SAR) terpadu tersebut.

Ada perkembangan menarik dari upaya pencarian korban. Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, pihaknya telah menemukan sinyal dari bangkai pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Sinyal itu ditemukan setelah TNI mengerahkan KRI Rigel ke lokasi. Setelah mendapatkan sinyal, kata Hadi, TNI segera menerjunkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) untuk mencari para korban.

“Dari hasil pemantauan bahwa diduga kuat dan sesuai dengan koordinat yang diberikan, dari kontak terakhir adanya sinyal dari pesawat tersebut dan segera diturunkan penyelam dari Kopaska,” kata Hadi di Posko Terpadu JICT 2, Jakarta Minggu (10/1).

Selain mengerahkan Kopaska, kata Hadi, TNI menerjunkan pesawat udara termasuk kapal guna melakukan pencarian pesawat. Diharapkan pencarian bisa berjalan maksimal.

“Mudah-mudahan apa yang sudah kami ketahui ini segera kami tindaklanjuti. Semuanya akan kami koordinasikan terus di bawah pimpinan Kabasarnas untuk melaksanakan evakuasi korban SJ182,” kata Hadi.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJY-182 dinyatakan hilang kontak, Sabtu (9/1) sore. Dalam aplikasi flightradar24 tertulis, status pesawat tidak diketahui.

Masih dalam aplikasi flightradar24, pesawat tertulis terbang dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 14.36 WIB. Pesawat dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.15 WIB di Pontianak.

Mengacu catatan terbang di flightradar24, pesawat tak terpantau setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Tepatnya ketika berada di atas perairan Kepulauan Seribu. Masih mengacu catatan terbang di flightradar24, pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki di perairan Kepulauan Seribu. Ketika itu, kecepatan pesawat tercatat 287 knots.

Namun, kecepatan pesawat menurun setelah mencapai ketinggian 10.900 kaki. Tercatat, kecepatan pesawat menurun ke 224 knots saat ketinggian 8.950 kaki. Tidak lama kemudian, kecepatan pesawat SJ-182 terus menurun ke 115 knots dengan ketinggian 5.400 kaki. Berselang setelah itu, ketinggian pesawat langsung turun hingga 250 kaki. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *