42 Desa Direndam Banjir, Bupati Pati Desak Pemerintah Pusat Perbaiki Sungai Juwana

Bupati Pati Haryanto memberikan paket sembako kepada para korban banjir.
Bupati Pati Haryanto memberikan paket sembako kepada para korban banjir.

PATI (Awal.id) – Sebanyak 42 desa di Kabupaten Pati terendam banjir, akibat guyuran hujan ekstrem sejak Jumat-Sabtu (5-6/2/2021) lalu. Ketinggian air rendaman banjir bervariasi dari 30 centimeter hingga 1 meter.

“Dari puluhan desa yang terdampak banjir, ada desa yang hanya terdampak di kawasan areal pertanian dan 36 desa berdampak hingga ke pemukiman warga,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya di Pati, Selasa (9/2/2021).

Dari cakupan banjir, menurut Budi, jumlah desa banyak terdampak banjir tersebar di Kecamatan Gabus, yakni mencapai 12 desa. Disusul Kecamatan Jakenan (10 desa), Kecamatan Juwana (9 desa), Kecamatan Pati (7 desa), Kecamatan Sukolilo (3 desa) dan Kecamatan Kayen satu desa.

Sedang total rumah terdampak banjir mencapai 3.938 rumah. “Rumah yang tergenang mencapai 2.931 unit yang tersebar di enam kecamatan,” jelasnya.

Menurut Budi, akibat banjir itu sebanyak 12.687 warga yang tersebar di sejumlah desa dan beberapa kecamatan terpaksa mengungsi di daerah yang aman.

Terpisah, Bupati Pati Haryanto mengingatkan jajarannya untuk memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Beberapa daerah di Kabupaten Pati memang ada yang menjadi langganan banjir. Sebenarnya banjir itu bisa diurai apabila ada kepedulian dari Pemerintah Pusat,” kata bupati saat meninjau sejumlah desa terdampak banjir.

Menurut bupati, penanganan aliran Sungai Juwana merupakan tanggung jawab dari pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pemerintah Daerah Pati  maupun Provinsi Jawa Tengah hingga kini belum mampu menangani masalah perbaikan Sungai Juwana.

“Permasalahan banjir rutin di Kabupaten Pati seringkali saya disampaikan kepada Pemerintah Pusat. Namun, belum ada penanganan maksimal yang dapat menuntaskan masalah banjir akibat luapan sungai tersebut,” tukasnya.

Orang pertama di jajaran Pemkab Pati ini mengajak warganya untuk lebih sabar dalam menghadapi musibah banjir ini. Dampak banjir besar ini, lanjutnya, bukan hanya menimpa warga Pati saj, tapi beberapa daerah di Jateng seperti Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Kudus, Demak, dan Jepara juga mengalami musibah yang serupa.

“Kami mengerti masyarakat kalau tidak terpaksa, pasti tidak mau berada di tempat pengungsian. Tapi karena ini bersamaan dengan pandemi Covid-19, mereka tetap harus tetap pakai masker. Supaya antara satu dengan yang lain bisa saling menjaga,” ujarnya. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *