IDI Kota Semarang Dukung Gerakan Jateng di Rumah Saja

dr Elang Sumambar
dr Elang Sumambar

SEMARANG (Awal.id) – Gerakan Jateng di Rumah Saja yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendapat dukungan dari para tenaga kesehatan. Yaitu dari DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng melalui ketuanya, Edi Wuryanto, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang yang disampaikan dr Elang Sumambar selaku ketua.

Elang Sumambar mengatakan sangat setuju dengan Gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua hari. Menurutnya, langkah itu penting diambil sebagai upaya untuk menekan angka kesakitan yang terus meninggi.

“Saya sangat setuju, karena angka kesakitannya tinggi. Dan salah satu cara untuk memutus mata rantai itu adalah dengan mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah,” kata Elang.

Elang berharap masyarakat Jateng mendukung program tersebut dan dengan sadar melaksanakannya. Selain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, gerakan itu penting sebagai bentuk membantu tenaga kesehatan melawan pandemi.

“Banyak teman-teman sejawat kami yang gugur selama menghadapi pandemi ini, masyarakat juga sudah banyak yang meninggal. Artinya, kenapa sih dua hari saja kita tidak coba ke sana, untuk silent dan membantu para tenaga kesehatan sekaligus memberikan penghormatan,” tegasnya.

Hadapi Bareng-bareng

Elang menduga akan banyak masyarakat yang kurang sepakat dengan gerakan ini. Sebab, kebijakan itu dapat mengusik zona nyaman mereka sehari-hari.

“Maka saya minta, ayo pandemi ini kita hadapi bareng-bareng. Tidak hanya kami di kesehatan saja, tapi juga semuanya,” tegasnya.

Elang juga menjawab keraguan masyarakat akan efektivitas Gerakan Jateng di Rumah Saja. Bagi mereka yang mengatakan tidak akan bermanfaat karena hanya dilakukan selama dua hari, namun Elang memiliki pandangan berbeda.

“Meskipun hanya dua hari, tapi ingat bahwa Sabtu-Minggu itu waktu dimana banyak orang keluar rumah. Seperti terkompensasi, sehingga kadang kontrolnya lepas. Banyak yang pergi wisata, nongkrong dan lainnya karena itu sudah budaya. Meskipun ini hanya dua hari, tapi kalau bisa dilakukan pasti bisa berdampak bagus untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang tinggi,” jelasnya.

Elang berharap masyarakat Jateng legowo melaksanakan dengan sepenuh hati. Tidak akan sulit untuk menahan diri di rumah hanya dua hari saja, apabila semuanya sudah disiapkan. Masih ada beberapa hari lagi yang dapat digunakan untuk persiapan, sebelum pelaksanaan berlangsung, agar tidak kerepotan.

“Dan sebenarnya, kalau dua hari itu dimanfaatkan dengan benar untuk istirahat setelah sebelumnya bekerja, itu akan bagus dari sisi kesehatan. Dengan istirahat, akan membentuk antibody yang baik lagi, sehingga pada Senin esoknya akan kembali bugar,” tutupnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *