Ini Profil dan Kekayaan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel yang Ditangkap KPK

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (bertopi) digiring petugas KPK usai ditangkap karena dugaan korupsi
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (bertopi) digiring petugas KPK usai ditangkap karena dugaan korupsi

JAKARTA (Awal.id) – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) di Rumah Dinas Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat tengah malam atau Sabtu dinihari.

Pria kelahiran Pare Pare, Sulawesi Selatan, 7 Februari 1963 ini adalah Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023.

Di luar dari masalah yang sedang melilitnya, Nurdin Abdullah punya karier dan pendidikan mentereng.  Dia juga punya gelar pendidikan tertinggi, profesor. Sehingga nama lengkapnya Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah M Agr.

Nurdin Abdullah adalah Bupati pertama di Indonesia yang bergelar profesor. Pada pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Juni 2018, Nurdin Abdullah bersama pasangannya, Andi Sudirman Sulaiman mendapatkan suara terbanyak, sehingga berhak memimpin Provinsi Sulawesi Selatan periode 2018-2023.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah adalah Bupati Kabupaten Bantaeng periode 2008 hingga 2013 dan periode 2013 – 2018.

Penghargaan

Beberapa penghargaan pernah ia terima. Pada Mei 2015 Nurdin menerima penghargaan “Tokoh Perubahan” dari surat kabar Republika bersama tiga pejabat daerah lainnya.

Pada 15 Agustus 2016, Ia mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Indonesia Joko Widodo. Tanda jasa ini dianugerahkan kepada empat tokoh yang dinilai telah memberikan sumbangsih dalam bidang sosial kemanusiaan.

Nurdin Abdullah merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya berasal dari Kabupaten Bantaeng (Butta Toa’) dan merupakan keturunan Raja Bantaeng ke-27.

Sedangkan ibunya dalam keseharian menjadi ibu rumah tangga (IRT) dan berasal dari Soppeng. Ia menikah dengan Ir Hj Liestiaty F Nurdin M Fish pada tanggal 11 Januari 1986 dan telah dikaruniai 1 anak perempuan dan 2 anak laki-laki.

Nurdin Abdullah menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan di Universitas Hasanuddin pada tahun 1986 dan menyelesaikan studi S2 Master of Agriculture di Universitas Kyushu Jepang pada tahun 1991.

Di Universitas yang sama, ia pun menyelesaikan studi S3 Doktor of Agriculture (1994).

Sebelum berkecimpung di dunia politik, Nurdin dikenal sebagai seorang akademisi, dan pernah menempati beberapa jabatan struktural di universitas maupun di perusahaan swasta.

Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan di Universitas Hasanuddin dan menjadi Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar.

Terakhir ia memilih dunia politik dan mengabdi kepada masyarakat sebagai Bupati Bantaeng dua periode berturut-turut hingga tahun 2018.

Karier Nurdin Abdullah, baik di bidang pendidikan, bisnis ataupun pemerintahan dinilai cemerlang, oleh karena itu tak heran jika Nurdin hingga kini mengoleksi lebih dari 100 penghargaan dari berbagai macam bidang.

Pada Pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan 2018, Nurdin Abdullah yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sulawesi Selatan.

Pasangan ini didukung oleh tiga partai politik, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pada pemilihan yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mendapatkan suara terbanyak, 1.867.303 suara, mengungguli tiga orang pesaingnya.

Prestasi Bidang Kesehatan

Dikutip dari Wikipedia, sejak Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng, perubahan dalam bidang pelayanan kesehatan sangat terasa. Ia menciptakan layanan kesehatan ‘mobile ambulans’ yang beroperasi selama 24 jam.

Nurdin memodifikasi mobil Nissan Elgrand yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang‎ untuk dijadikan ambulans.

Prestasi itu bahkan terdengar sampai ke luar negeri, seperti Amerika Serikat. Konsul Jenderal Amerika Serikat, Joaquin Monserrate‎, terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin.

Bukan itu saja, selama 7 tahun ia memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng. Hasilnya Bantaeng mengalami pertumbuhan dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen selama kurun waktu tersebut.

Kini Bantaeng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Nurdin memiliki kebiasaan untuk bertemu langsung dengan warganya. Warga masyarakat memiliki kebiasaan berkumpul di ‘Bonto Atu’ pada pagi hari untuk bertemu Bupati, karena setiap hari Selasa sampai Jumat pagi ia selalu membuka rumahnya untuk warga yang ingin bersilahturahmi.

Harta Kekayaan

Dikutip dari e-LHKPN, Nurdin Abdullah terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 2019. Total kekayaannya dilaporkan Rp 51,3 miliar.

Kekayaannya, paling banyak disumbang dari aset tanah dan bangunan miliknya dengan total nilai Rp 49,3 miliar. Dari nilai itu, setidaknya dia memiliki 54 tanah dan bangunan. Mayoritas tanah dan bangunan itu berada di Makassar dan Bantaeng.

Tidak hanya itu, Nurdin juga memiliki kendaraan pribadi jenis Toyota Alphard tahun 2016 dengan nilai Rp 300 juta.

Sementara itu, harta tak bergerak lainnya tercatat Rp 271,3 juta. Masih ada lagi kas dan setara kas yang dimiliki Nurdin sebesar Rp 267,4 juta dan harta lainnya sebesar Rp 1,1 miliar. Dengan kekayaannya itu, Nurdin Abdullah tercatat hanya memiliki utang Rp 1,2 juta.

Riwayat Jabatan

*Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin

*Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia

*President Director of Global Seafood Japan

*Director of Kyusu Medical Co. Ltd. Japan

*Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar

*Bupati Bantaeng, Masa Bakti 2008-2013

*Bupati Bantaeng, Masa Bakti 2013 – 2018

*Gubernur Sulawesi Selatan, Masa Bakti 2018-2023 (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *