Jalur KA Masih Rusak, Waktu Pembatalan Tiket Sampai 30 Hari

Perbaikan jalur KA yang rusak akibat banjir terus dikebut
Perbaikan jalur KA yang rusak akibat banjir terus dikebut

SEMARANG (Awal.id) – PT KAI membatalkan perjalanan sejumlah kereta api di lintas Utara akibat banjir yang terjadi di wilayah Jakarta.

Untuk memberikan kelonggaran kepada pelanggan KA yang masih belum bisa membatalkan tiketnya sampai saat ini, maka PT KAI memberikan batas waktu maksimal 30 hari dari tanggal keberangkatan KA penumpang tersebut.

“Hal ini disamping wujud dari kemudahan pelayanan, juga untuk mengantisipasi antrean atau kerumunan yang berpotensi akan bisa terjadi,” kata Humas KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro.

Menuurut Kriabiyantoro, di masa pandemi Covid-19 saat ini, PT KAI mendukung upaya pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19, dengan salah satu cara memperpanjang masa pembatalan tiket.

“Di stasiun Online seperti Tegal, Pekalongan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, dan Cepu dapat digunakan untuk tempat pembatalan tiket KA,” tambahnya.

Hingga pagi hari ini kondisi di Lemah Abang – Kedunggedeh memang sudah surut airnya, tetapi kondisi jalur KA rusak akibat terpaan banjir dengan arus yang deras. Gogosan pun terjadi di lokasi tersebut, jalur KA menggantung tanpa ada penyangga alas batu kricak di bawahnya.

PT KAI dengan semaksimal mungkin berusaha untuk percepatan pemulihan jalur KA di lintas tersebut, dengan material dan mesin perawatan jalur rel yang sudah disiapkan.

Kedalaman gogosan hingga 150 cm di bawah jalur KA dan ada di beberapa titik pada petak jalan tersebut, ini membutuhkan waktu untuk pemulihan hingga bisa dilalui KA dengan aman. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *