Jilid Pertama Tak Efektif, Ganjar Usulkan PPKM Jawa Bali Jilid Dua

Gubernur Ganjar Pranowo mengikuti rakor tentang PPKM dengan Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan
Gubernur Ganjar Pranowo mengikuti rakor tentang PPKM dengan Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan

SEMARANG (Awal.id) – Presiden Joko Widodo menyebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid pertama tidak efektif menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Terkait hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengusulkan seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Bali melakukan PPKM secara serentak.

“Memang PPKM jilid pertama itu tidak efektif, maka ada PPKM jilid kedua. Evaluasi malam ini, sekarang tinggal seminggu dan dirasa dampaknya kurang. Saya usulkan kepada pemerintah pusat, untuk seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Bali semuanya ikut PPKM,” kata Ganjar usai mengikuti rakor dengan Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan di ruang rapat gedung A, Minggu (31/1) malam.

Dalam rapat yang diikuti jajaran Forkompimda dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju itu, Ganjar menegaskan bahwa penyerentakan PPKM di seluruh Kabupaten/Kota Jawa Bali diyakini akan memberikan dampak positif. Sebab dengan begitu, maka semua akan serentak bergerak bersama-sama untuk berpartisipasi menekan angka penyebaran Covid-19.

Langkah tersebut, lanjut dia, sudah dilakukan Jawa Tengah. Saat awal PPKM, awalnya hanya ada tiga daerah yang diusulkan menerapkan kebijakan itu, yakni Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya.

“Tapi respon seluruh Bupati/Wali Kota di Jateng bagus dan semuanya ikut menerapkan. Sebab, mereka menganggap ini penting dan butuh partisipasi semuanya. Jadi, memang harus seperti itu,” ucapnya.

Di Bawah 60 Persen

Secara hasil, pelaksanaan PPKM jilid pertama di Jateng sudah menunjukkan hasil positif. Dari tingkat penanganan rumah sakit, saat ini Bed Occupacion Rate (BOR) atau angka rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit Jateng berada di bawah 60 persen semuanya.

“Jadi capaiannya muncul dari sisi penanganan kesehatan. Tempat tidur isolasi dan ICU semuanya terkendali. Bahkan untuk tempat isolasi terpusat yang kami sediakan, sampai hari ini tidak pernah penuh,” tegasnya.

Memang Ganjar mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya pada tingkat partisipasi masyarakat. Nantinya, potensi-potensi kerumunan akan dilakukan penataan dengan baik, seperti pasar, mall dan sebagainya.

“Ada banyak yang bisa dilakukan di sisa waktu seminggu ini. Penataan-penataan di tingkat Kabupaten/Kota yang ada yang mengalami peningkatan. Tadi dilaporkan Pak Menko, ada beberapa Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan di Jateng selama PPKM, yakni Kabupaten Semarang, Kota Solo dan Kabupaten Jepara. Nanti tiga ini akan kami dampingi agar kemudian bisa terkendali,” tegasnya.

Pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pada rapat koordinasi Senin (1/2) ini. Nantinya, akan dibahas tentang pelaksanaan PPKM itu dan berbagai agenda perbaikan akan dibahas bersama bupati/wali kota. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *