Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman: Serap Aspirasi Masyarakat Melalui Komunikasi Dua Arah

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman
Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman

SEMARANG (Awal.id) – Komunikasi merupakan suatu kegiatan penting yang perlu dilakukan setiap orang. Melalui komunikasi, seseorang bisa menjalin hubungan sosial dengan orang lain, sehingga jalinan interaksi yang mereka bangun mampu menjadi sarana untuk menyelaraskan kehidupan bermasyarakat.

Secara harfiah, komunikasi merupakan suatu aktivitas penyampaian informasi. Baik itu pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak kepihak lainnya. Biasanya aktivitas komunikasi ini dilakukan secara verbal atau lisan, sehingga memudahkan kedua belah pihak untuk saling mengerti.

Dengan komunikasi yang baik, semuanya dapat berjalan damai seperti semestinya dan tidak perlu menggunakan kekerasan maupun kekuasaan untuk mendominasi satu sama lain.

Pentingnya komunikasi ini disadari sepenuhnya oleh Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman SE. Orang nomor satu di lembaga legislatif Kota Semarang itu selalu menekankan arti pentingnya berkomunikasi, baik dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, selain kerja keras. Tak terkecuali untuk urusan berpolitik.

“Dengan komunikasi yang baik dan santun serta dirajut emosional yang baik, semua perbedaan kepentingan-kepentingan politik yang terjadi antara anggota dewan dengan rakyat insyaallah semuanya akan lancar dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” tutur pria yang lahir pada 5 Oktober 1970 ini.

Komunikasi secara santun yang dilakukan secara dua arah ini kerapkali dilakukan Pilus, sapaan akrab Kadar Lusman, saat menjaring atau menghimpun aspirasi warga di daerah yang diwakilinya.

Komunikasi dua arah inilah yang menjadi sandaran bagi Pilus untuk merealisasikan keinginan dan harapan pendukungnya, khususnya dalam mewujudkan pembangunan fisik dan nonfisik di wilayahnya.

“Rakyat selalu ingin memiliki wakil atau seseorang yang bisa dijadikan sandaran. Harapannya, sudah pasti yaitu agar aspirasi mereka bisa tersalurkan,” kata Pilus.

Menurut dia,masyarakat sebenarnya sangat mendambakan mempunyai wakil yang bisa digondeli. Dengan memiliki wakil yang duduk di lembaga legislatif (DPRD), mereka menaruh harapan besar kepada wakilnya untuk memperjuangkan aspirasi warga, baik yang berkembang di lingkungan masyarakat maupun di luar kedewanan.

Pertemuan RT

Dalam menjaring, mendengarkan dan mewujudkan aspirasi masyarakat, Pilus selalu rutin mendatangi pertemuan-pertemuan yang diadakan warga. Saat diundang pada pertemuan rutin tingkat Rukun Tetangga (RT), contohnya, dia selalu menyempatkan waktu untuk datang sekadar mendengarkan aspirasi warga di lingkungannya.

“Saya sering datang dan diundang ke acara rutin pertemuan RT. Di pertemuan RT-RT ini banyak diskusi tentang lingkungan. Mulai situlah semua berkembang. Lalu dari diskusi itu kita rekam dan catat. Ternyata di lingkungan ini yang diharapkan seperti ini. Nah nanti saya datang ke RT lain juga begitu. Di forum seperti itulah sangat tinggi  manfaatnya menurut saya,” ujar Pilus saat berkunjung ke Kantor  Awal.id, baru-baru ini.

Selain mendatangi pertemuan di tingkat RT-RT, Pilus juga menghimpun aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung ke rumahnya. Segala bentuk aspirasi yang disampaikan warga, tidak pernah ditolaknya. Semua aspirasi warga selalu ditampung sebagai bahan masukan dan dirumuskan dalam setiap pengambilan keputusannya.

“Jadi saat di rumah, saya punya ruang aspirasi juga. Masyarakat bisa datang ke rumah di luar jadwal tugas rutin saya. Kita lakukan dan laksanakan komunikasi dua arah. Hanya saja saat pandemi seperti ini, kegiatan seperti itu agak saya dibatasi. Saya juga tidak mau jadi wakil rakyat yang memberikan contoh yang jelek, dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan,” terangnya.

Kawal Aspirasi

Tidak sekadar menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat, Pilus juga siap mengawal proses penggodokan aspirasi oleh Pemerintah Kota Semarang. Dia juga tak segan-segan untuk mengecek ketat semua penggunaan anggaran sampai pengerjaan itu selesai. Hasil akhir pun dicek kembali, apakah sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat atau tidak.

“Kita akan kawal dan cek betul itu di situ. Anggaran untuk daerah ini dan itu sudah masuk belum. Nanti pada saat survei ke lapangan dari tim dinas, saya juga ikut turun. Saat material dikirim dan pekerjaan dimulai, saya  ikut ngecek lagi. Setelah selesai semua, saya juga datang lagi. Kita tasyakuran bersama-sama,” jelasnya.

Dengan menjalin komunikasi yang baik seperti itu, masyarakat pasti akan selalu teringat kebersamaan mereka bersama wakilnya di DPRD. Apalagi masyarakat tidak terbebani untuk membuat kampungnya menjadi lebih bagus dan maju.

Pilus menegaskan kalau hanya mengandalkan reses yang setahun cuma 3 kali, sementara masa jabatan anggota dewan hanya lima tahun, berarti hanya 15 kali pertemuan bersama masyarakat, mustahil wakil rakyat dapat membantu mewujudkan semua aspirasi konstituennya.

“Saya rasa sangat tidak efektif merealisasikan itu semua. Saya hanya gunakan reses untuk pemantapan dan silaturahmi saja dari tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Kalau komunikasi berjalan baik dan sudah terjalin hubungan emosionalnya, suara masyarakat ibaratnya mau dibeli caleg lain, mereka tidak bakal mau,” imbuhnya.

Selain itu, untuk mendukung rakyat dalam bentuk perda, Pilus telah mengeluarkan beberapa perda yang pro-rakyat. Salah satunya adalah pengadaan ruang bebas rokok dan pelayanan publik khusus penyandang  disabilitas.

Pilus mengaku juga merampingkan dan mengefektifkan perda lama. “Perda yang sudah lama dan kita rasa kurang efektif ini akan kita rampingkan. Misal sepuluh perda bisa dijadikan tiga perda yang jauh lebih efektif. Kalau kebanyakan perda kan masyarakat juga pusing. Kita juga telah sediakan dan tingatkan layanan untuk publik. Insyaallah kita selalu berpihak kepada masyarakat,” bebernya.

Pilus berpesan generasi penerus yang ingin terjun ke dunia politik agar selalu berbuat baik dan bermanfaat di mana pun berada. Dia juga menekankan pentingnya belajar dan berbenah diri, selain poin komunikasi yang baik, kerja keras dan kejujuran tentunya.

“Semua kegiatan itu akan terasa menyenangkan sepanjang kita diberikan kesempatan untuk bisa berperan dan memberikan hal yang terbaik terhadap masyarakat dan kota tercinta ini,” paparnya.

Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mendorong para kawula muda ingin berbuat baik dan bermanfaat bagi masyarakat maupun kota atau pun negara ini, masuklah ke partai politik.

“Sebelum masuk parpol mereka harus selalu belajar. Jangan hanya ambisi saja, tanpa pernah belajar lebih dulu,” tutupnya.(is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *