Pembangunan Tahap Akhir Stadion Kebo Giro, Pemkab Boyolali Suntik Dana Rp 12 Miliar

Pembangunan Stadon Kebo Giro Boyolali pada tahun 2021 ditargetkan rampung
Pembangunan Stadon Kebo Giro Boyolali pada tahun 2021 ditargetkan rampung

BOYOLALI (Awal.id) – Pemerintah Kabupaten Boyolali memberi suntikan dana sebesar Rp 12 miliar untuk pembangunan tahap akhir Stadion Kebo Giro, Desa Paras, Kecamatan Cepogo.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Susilo Hartono, di Boyolali, Senin (2/2/2021), mengatakan pada APBD 2021 ini, Pemkab Boyolali menganggarkan Rp 12 miliar untuk menyelesaikan pembangunan Stadion Kebo Giro.

Pembangunan lapangan sepak bola Stadion Kebo Giro tersebut yang dimulai sejak 2018 tersebut terbagi dalam empat tahap.  Pada tahap ketiga (2020), pembangunan stadion ini dikucuri dana APBD Boyolali Rp 7,8 miliar. Pembangunan stadion ini diperkirakan menyerap anggaran sebesar Rp 30 miliar.

Susilo merinci anggaran Rp 12 miliar tahun ini dipergunakan untuk menyelesaikan pembangunan tribun VVIP, pemasangan lampu penerangan dan berbagai fasilitas pelengkap lainnya.

“Proyek pembangunan Stadion Kebo Giro saat baru teralisasi 65 persen. Kami targetkan pada akhir 2021 ini, semua pembangunan stadion kebanggaan masyarakat Boyolali itu bisa selesai,” kata Susilo.

Susilo memaparkan pembangunan Stadion Kebo Giro di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Boyolali tersebut menempati lahan seluas 4-5 hektare dari total seluruhnya sekitar 15 hektare.

“Pembangunan Stadion Kebo Giro Boyolali digagas oleh Bupati Seno Samodro. Proyek itu kini  masuk tahap penyempurnaan dan penambahan fasilitas,” paparnya.

Jika pembangunan Stadion Kebo Giro Boyolali sudah selesai, stadion ini bisa untuk menggelar turnamen sepak bola tingkat nasional. Selain memiliki ukuran lapangan sepak bola standar FIFA, stadion ini juga dilengkapi fasilitas penunjang di dalam gedung VIP,  seperti kolam untuk berendam, tempat untuk pemanasan pemain, ruang ganti, dan lain sebagainya.

Stadion Kebo Giro Boyolali mampu menampung 12.000 penonton dan lapangannya memakai rumput jenis zoysia martella yang biasa dipakai di lapangan standar internasional. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *