Pertamina Salurkan Program CSR MasDana, Bantu Korban Banjir Semarang

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan CEO Commercial & Trading Pertamina Mas’ud Khamid secara simbolis menyerahkan bantuan program CSR MasDana
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan CEO Commercial & Trading Pertamina Mas’ud Khamid secara simbolis menyerahkan bantuan program CSR MasDana

SEMARANG (Awal.id) – Pertamina (Persero) Regional Jawa Bagian Tengah menyalurkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) Masyarakat Sadar Bencana (MasDana) di wilayah Kota Semarang, baru-baru ini.

Bantuan ini dimaksudkan sebagai salah satu dukungan Pertamina terhadap ketangguhan masyarakat Semarang dalam menghadapi potensi bencana alam.

Peluncuran program CSR telah ditandatangani Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dan CEO Commercial & Trading Pertamina, Mas’ud Khamid pada saat melakukan kunjungan kerja di Semarang, baru-baru ini.

Dalam kunjungan di wilayah kerja Pertamina Regional JBT, Nicke Widywati didampingi Kunjungan oleh Executive General Manager Pertamina Regional JBT Sylvia Grace Yuvena.

“Peluncuran program tersebut, ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan program CSR MasDana, di Kelurahan Kemijen, Jumat (19/2) lalu,” kata Sylvia Grace Yuvena. di Semarang, Senin (22/2).

Pejabat Sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Arya Yusa Dwicandra menambahkan, program CSR berangkat dari pemasalahan banjir yang kerap terjadi di Kota Semarang.“Beberapa waktu lalu, bencana banjir telah melanda sebagian wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Tidak terkecuali di lingkungan Kelurahan Kemijen yang berada di kawasan pesisir Kota Semarang ikut terendam,” ujar Arya.

Menurut Arya, program CRS MasDana merupakan sebuah program berkelanjutan yang digagas oleh Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, melalui Fuel Terminal (FT) Semarang Group. Program tersebut bernilai Rp 140 juta yang berasal dari dana CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah dan berfokus pada peningkatan kemampuan kelompok terkait penanganan kebencanaan.

“Tidak hanya penanganan kebencanaan banjir saja, kedepan kelompok yang telah terbentuk ini akan turut andil dalam penganganan bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) dan lembaga lainnya,” kata Arya. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *