Warung Nenek Ayam Sawah: Sensasi Makan di Rumah Nenek

SEMARANG (Awal.id) – Kampung halaman merupakan salah satu tempat ternyaman dan terindah bagi beberapa orang. Ketika pulang kampung, pasti selalu disambut hangat oleh kakek nenek dengan senyum di wajah sepuh-nya yang membuat hati menjadi adem.

Dengan suasana yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan membuat siapa saja menjadi betah untuk tinggal di sana.

Ngomongin soal kampung halaman, siapa sih yang tidak cinta dengan makanan buatan nenek? Setiap berkunjung ke kampung halaman, pasti kita selalu disuguhi aneka lauk-pauk dengan aroma khasnya yang menggoda selera makan. Siapa pun yang berkunjung bakal tidak sabar untuk menikmati kelezatan makanan bikinan nenek.

Namun, karena terbatas oleh jarak dan waktu, terkadang kita sulit untuk menikmati masakan buatan nenek yang merupakan warisan nenek moyang.

Sekarang, anda tidak perlu khawatir lagi untuk bisa merasakan sensasi makan seperti di kampung halaman. Di Warung Nenek Ayam Sawah yang terletak di Jalan Durian Selatan IIC No. 168, Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Semarang ini menyediakan berbagai macam menu masakan khas “nenek”.

Arsitektur Bergaya China

Mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup pun ada di Warung Nenek Ayam Sawah. Setup pisang, pecel, ayam goreng, botok, lodeh, berbagai macam gorengan, wedangan, dan masih banyak lagi bisa ditemukan di sini. Dengan harga mulai dari 7 ribu rupiah, anda sudah bisa menikmati kelezatan makanan ala “nenek” sambil menikmati suasana seperti di rumah nenek.

Jika anda berkunjung ke sana, dari depan akan tampak arsitektur bergaya China tempo dulu. Dan jika anda masuk ke dalamnya akan terlihat desain interior beserta furniturnya untuk mendukung suasana seperti jaman dulu. Di tempat ini anda akan merasa seperti bernostalgia.

Terdapat juga area outdoor yang tidak kalah nyaman dipandang. Dikelilingi oleh tanaman-tanaman yang rimbun, menambah suasana rindang seperti berada di rumah nenek.

Apakah anda tertarik untuk mencoba merasakan sensasi makan seperti di rumah nenek? (Renata Kania Novando)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *