14 Provinsi Siap Buka Sekolah Tatap Muka, Jubir Covid-19 Pesan Ini

Sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19
Sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19

JAKARTA (Awal.id) – Data Kemendikbud yang dirilis Januari lalu menyebutkan 14 provinsi siap membuka pelajaran tatap muka di tengah pandemi virus corona. Data itu dibeberkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam situscovid19.go.id, Jumat (26/3/2021).

Ke-14 provinsi tersebut, yakni Jawa Barat, DI Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Barat.

Wiku meminta pembukaan sekolah tatap muka itu harus dibarengi dengan lima tahapan, yakni tahap pra kondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat-daerah, serta monitoring dan evaluasi.

“Secara prinsip ada lima tahapan yang harus dilalui sebelum melakukan pembukaan sektor pendidikan,” kata Wiku.

Untuk tahap pertama berupa prakondisi, kata Wiku, adalah adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona yang menjangkit Indonesia selama setahun lebih.

Pada tahap ini, pemerintah akan berusaha menjamin proses adaptasi berjalan dengan baik melalui sosialisasi dan fasilitasi sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan untuk memudahkan masyarakat.

Tahap kedua, timing atau proses dalam menentukan waktu yang tepat, sambungnya, dilakukan dengan cara melihat pada data-data epidemiologis, kesiapan institusi pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan.

“Pada awal tahun 2021, hanya sebagian daerah yang dianggap siap dan diizinkan melakukan kegiatan tatap muka secara bertahap. Kemudian ditambah dengan instruksi Menteri Dalam Negeri terkait PPKM Mikro di 15 provinsi,” kata dia.

Menurut Wiku, tahapan ketiga berupa penentuan prioritas. Pada tahapan ini dilakukan dengan simulasi pembukaan oleh institusi percontohan terlebih dahulu. Seluruh elemen yang terlibat harus memastikan seluruh aspek kegiatan belajar, mulai dari siswa berangkat sampai pulang ke rumah, karena peluang penularan Covid-19 dapat terjadi di mana saja.

Sedang tahapan keempat yang merupakan tahapan koordinasi pusat dan daerah. Wiku menjelaskan tahapan ini merupakan koordinasi implementasi timbal balik antara pemerintah pusat dan pihak daerah.

“Seperti koordinasi antara dinas kesehatan, dinas pendidikan, serta institusi pendidikan dan orang tua murid,” ujarnya.

Menurut dia, koordinasi yang baik menjadi kunci identifikasi masalah sedini mungkin, agar dapat dicarikan solusinya segera dengan gotong-royong antarelemen masyarakat maupun pemerintah.

Tahapan yang terakhir adalah monitoring dan evaluasi pemantauan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi berdasarkan skenario pengendalian Covid-19 yang telah ditetapkan.

“Skenario pengendalian Covid-19 dengan prinsip kebijakan gas dan rem. Setiap pelaporan yang dilaporkan akan menjadi input yang berharga dalam tahapan perluasan sektor pendidikan maupun sektor lainnya,” kata Wiku.

Wiku menekankan bagi institusi pendidikan yang sudah membuka kegiatan pendidikan agar tetap waspada dengan perkembangan terkini dari penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Sewaktu-waktu bersiap melakukan pengetatan kembali jika diperlukan melalui skrining secara berkala,” tandas Wiku. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *