20 Klub Ikuti Piala Menpora 2021, Dibuka di Stadion Manahan Solo

Stadion Manahan Solo akan menjadi saksi bisu atas bangkitnya sepak bola Indonesia di tengah pandemi Covid-19
Stadion Manahan Solo akan menjadi saksi bisu atas bangkitnya sepak bola Indonesia di tengah pandemi Covid-19

JAKARTA (Awal.id) – Sebanyak 20 klub ambil bagian pada Turnamen Sepak Bola Piala Menpora yang dihelat mulai 21 Maret-25 April 2021. Dari peserta itu, 18 tim merupakan peserta Liga 1 dan dua klub sisanya berasal dari Liga 2.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan pembukaan Piala Menpora 2021 dilakukan pada 21 Maret di Stadion Manahan, Solo. “Namun, pertandingannya belum ditentukan,” ujar Iriawan, di Lapangan D Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (2/3/2021) malam.

Menurut Irawan, salah satu pertimbangan memilih Solo sebagai arena pembukaan lantaran Stadion Manahan merupakan salah satu stadion Piala Dunia U-20 tahun 2023.

Selain itu, Solo dinilai sangat siap menyelenggarakan laga perdana turnamen sepak bola nasional pertama di tengah pandemi Covid-19 itu.

“Kami memang memilih mana yang betul-betul siap,” katanya.

Sementara klub Liga 1 yang siap tampil di turnamen pra musim ini, yakni Persija Jakarta, PS TIRA Persikabo, Persib Bandung, PSS Sleman, Bhayangkara FC, PSIS Semarang, Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang, Arema FC, Persik Kediri, Persela Lamongan.

Kemudian, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Madura United FC, Bali United FC, Barito Putera, Borneo FC, dan Persipura Jayapura. Sementara dua klub dari Liga 2 adalah PSMS Medan dan Sriwijaya FC.

Irawan menjelaskan ada empat daerah yang menjadi tuan rumah penyisihan grup, yaitu Bandung, Sleman, Solo dan Malang. Pengundian grup akan dilakukan pada 8 Maret 2021.

“Sesuai dengan kesepakatan Polri, Kemenpora, PSSI dan LIB, Piala Menpora 2021 wajib dilaksanakan dengan penerapan ketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Nantinya, tim juara Piala Menpora 2021 akan mendapat hadiah Rp 2 miliar. Peringkat kedua meraup Rp 1 miliar, lalu Rp 750 juta untuk tim terbaik ketiga dan Rp 500 juta untuk tim terakhir di empat besar.

Angin Segar Sepak Bola Indonesia

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan tunamen menjadi angin segar bagi persepakbolaan Indonesia yang mati suri cukup lama.

“Ini menjadi gairah baru bagi persepakbolaan Indonesia dan kami berharap izin menggelar liga resmi juga bisa segera turun dari kepolisian,” ujar Yunus pada program bincang-bincang di salah radio nasional, baru-baru ini.

Menurut Yunus, klub-klub sepak bola profesional di Indonesia sangat terdampak dengan kompetisi yang sudah vakum lama, karena tidak ada pemasukan dari sponsor.

PSSI, lanjut dia, sudah berbicara dengan Menpora dan kepolisian mengenai gelaran sepak bola sebagai tempat banyak orang mengais rezeki dari sektor ini.

“Kami telah berhasil meyakinkan bapak Menpora dan polisi untuk terlebih dulu menggelar turnamen pramusim dengan memperhatikan protokol kesehatan juga. Karena ada semangat yang mengharuskan kompetisi sepakbola segera bergulir,” tandasnya. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *