BNI Gandeng Pemkot Semarang Dorong Penguatan UKM

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati meninjau stan batik binaan Pemkot Semarang sekaligus nasabah BNI yang telah menembus pasar internasional pada acara UKM di Semarang, Jumat (19/3).
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati meninjau stan batik binaan Pemkot Semarang sekaligus nasabah BNI yang telah menembus pasar internasional pada acara UKM di Semarang, Jumat (19/3).

SEMARANG (Awal.id) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mendorong penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui kegiatan sharing session bersama.

Melalui kegiatan sharing session yang bertajuk UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI ini, kedua instansi tersebut siap untuk meningkatkan kapabilitas para pengusaha, baik sisi akses modal, akses pasar, dan akses digitalisasi.

Dalam kesempatan itu, Pemkot Semarang juga meluncurkan fasilitas promosi gratis bagi pelaku UMKM di Kota Semarang melalui ToMbakIta, dengan tagline Dodolan Munggah Kelas.

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengakui UKM sering mengalami kesulitan dalam memperoleh permodalan, transaksi, informasi dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi, serta akses terhadap pasar global.

Dia berharap program UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI beserta Toko mbakITA dapat menjadi salah satu solusi menyeluruh bagi para pelaku UKM yang awam dengan go digital nantinya bisa go internasional.

“BNI menawarkan banyak pilihan pembiayaan kredit, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dengan maksimum kredit Rp 50 juta, dan KUR Kecil dengan maksimum kredit Rp 500 juta dengan bunga hanya 6 persen,” katanya, di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Menurut dia, BNI juga memberikan dukungan berupa kredit BNI Wirausaha dengan plafon hingga Rp 1 miliar, dan kredit komersial dengan batas maksimum kredit Rp15 miliar serta program Kemitraan untuk pelaku UKM yang belum bankable dan feasible.

Adi Sulistyowati menambahkan untuk proses pengajuan kredit tersebut juga ,elah itu menunggu analisa petugas dan penerbitan Surat Keputusan Kredit (SKK).

Dari sisi layanan digital, lanjut dia, UKM dapat memonitor transaksi melalui e-channel BNI yakni BNI Mobile Banking dan BNI Direct, sehingga mendapatkan kemudahan transaksi dengan QRIS, serta memanfaatkan layanan BNI EDC.

“Dengan cara ini, UKM memperoleh BNI Banking Solution yang menyeluruh,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, UKM dapat memanfaatkan tabungan BNI Taplus Bisnis yang dikhususkan untuk para wirausaha, dengan adanya pemberian fasilitas seperti mesin EDC untuk menunjang transaksi non tunai apabila UKM tersebut memiliki outlet. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *