CEO Exist Modelling Bayu Ramli: Pentingnya ‘Attitude’ Dalam Pekerjaan

Bayu Ramli
Bayu Ramli

SEMARANG (Awal.id) – Sebagai makhluk sosial tentunya kita tidak bisa lepas dari namanya penilaian. Segala bentuk penilaian pasti akan setia menemani kita dalam mewarnai hidup. Entah itu penilaian pribadi kita sendiri maupun orang lain.

Bukan merupakan hal yang mutlak, dengan penilaian juga sedikit banyak dapat membantu memahami karakter dan kriteria seseorang. Salah satunya adalah penilaian terhadap pekerjaan. Secara awam, dengan melihat pekerjaan seseorang kita pasti sedikit tahu tentang karakter orang tersebut.

Namun, tak semua pekerjaan juga memiliki penilaian positif di mata orang awam. Banyak pekerjaan dengan predikat penilaian negatif (stigma) yang berkembang di masyarakat. Tak terkecuali pekerjaan di bidang modelling.

Sadar akan hal itu, Bayu Ramli yang merupakan seorang designer dan CEO sekolah modelling, Exist Modelling berupaya sepenuh hati untuk mengubah stigma tersebut.

Pria kelahiran Kota Atlas ini mengaku, selain memberikan materi tentang modelling kepada para siswanya, ia juga memberikan pelajaran sosial berupa etika sosial dan penampilan, serta penekanan agama.

Bapak dua anak ini juga mengaku dari semua sekolah model yang ada saat ini, khususnya di Kota Semarang, hanya Exist Modelling-lah yang memberikan warna dan sentuhan bagaimana menjadi model yang professional juga baik dalam hal attitude.

“Etika itu penting sekali peranannya untuk seorang model. Karena dunia modelling sendiri sangat dekat dengan dunia yang konteksnya negatif, terutama pergaulan bebas. Makanya untuk menghapus itu kita (Exist Modelling–red) menekankan pentingnya attitude (bersikap) dan agama sebagai pondasi mereka,” jelas Bayu.

Bayu juga bercerita pengalaman paling menarik selama menggeluti dunia modelling saat dikontrak iklan pakaian dalam wanita asal Negeri Sakura. Ia mengaku momen itulah yang dapat membuktikan keyakinannya, yaitu dengan menyajikan suatu pertunjukan yang luar biasa, namun tidak terkesan norak dan mesum.

“Di sini saya benar-benar memeras otak, berinovasi untuk menjadikan pagelaran itu sukses dan ditonton banyak orang, tapi tidak norak dan tidak saru. Jadi saya sulap menjadi sebuah tontonan yang luar biasa, karena saya kasih desain property tambahan seperti selendang, dan lain-lain. Jadi pandangan tidak langsung ke pakaian dalam. Yang penting pesan fungsional dari pakaian dalam itu tersampaikan dan klien juga sangat terkesan,” jelasnya.

Bayu Ramli bersama modelnya Siska (paling kanan) saat tampil bincang santai pada acara Inspirasi di kanal Youtube Awal Media Nusantara yang dipandu Rudy Bonsa.

Bayu Ramli bersama modelnya Siska (paling kanan) saat tampil bincang santai pada acara Inspirasi di kanal Youtube Awal Media Nusantara yang dipandu Rudy Bonsa.

Tidak Tergoda

Siska, salah satu model Exist Modelling ini juga mengamini pernyataan tersebut. Perempuan yang sudah menekuni dunia modelling selama 10 tahun di bawah naungan Bayu ini mengaku dalam segala bentuk perbuatan pasti diawasi dengan ketat. Dirinya juga mengaku selalu diingatkan untuk tidak tergoda dengan godaan yang merugikan diri sendiri terutama nama besar keluarga.

“Kalau kita udah ikut agensi pasti semuanya ketat dan diawasi karena segala bentuk perbuatan imbasnya ke agensi juga. Dia (Bayu) selalu mengarahkan yang terbaik buat kita. Mulai dari hal professional sampai pergaulan,” ungkapnya.

Pertama kali memulai karir dengan terjun dalam dunia acting, lalu dengan ilmu ketrampilan serta bakatnya dalam hal fashion yang diturunkan orang tuanya membuatnya melirik dunia design dan modelling sebagai hal yang menjanjikan.

Selain kegigihan dan keuletannya, ia juga mengaku bahwa peran besar medialah yang sangat membantu dalam mengangkat namanya, bahkan hingga menembus tingkat nasional.  Hingga saat ini, dengan dedikasi dan arahan Bayu Ramli, Exist Modelling telah banyak mencetak model professional yang tembus tingkat nasional. Salah satunya adalah Hendrayan dan Yama Carlos.

“Jujur saya bisa dikenal itu saya akui peranan besar dari media. Makanya, peranan media bagi entertaint dan khususnya penggerak seni itu sangat penting. Kita bisa dikenal dan masyarakat tahu siapa kita itu salah satunya. Namun juga harus bisa jaga attitude karena itu juga boomerang,” jelasnya.

Tak luput dari perhatian, Bayu juga mengingatkan kepada siapapun yang ingin terjun di dunia modelling untuk tidak terpengaruh dengan tawaran ambigu yang ditawarkan sekolah modelling. Calon model sendiri juga harus paham adanya beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan, mulai dari materi yang diberikan sampai job apa saja ke depannya.

“Jadi kita sebagai model sendiri juga harus jeli. Cari tahu dulu lewat internet latar belakang atau track record sekolah model yang akan dituju. Jangan sampai tergoda dengan tawaran yang tidak jelas arahnya. Dengan mengatasnamakan model, akhirnya mereka dibawa ke hal yang negatif yang mana itu menjadikan stigma yang selama ini berkembang,” pungkasnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *