Dua Orang Berboncengan Motor Matic Mondar-mandir Mencurigakan, Tiba-tiba…DOR!!!

Petugas membawa potongan tubuh yang diduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar
Petugas membawa potongan tubuh yang diduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR (Awal.id) – Pihak kepolisian masih terus menyelidiki potongan tubuh pelaku ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/03). Belum diketahui apakah potongan tubuh itu berasal dari satu atau dua orang.

Polisi juga mengatakan menjamin keamanan masyarakat, khususnya dalam rangkaian perayaan Paskah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kepolisian tengah menyelidiki pelaku aksi teror tersebut dan meminta agar masyarakat tidak panik.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Sigit.

Sejauh ini jumlah korban luka ada 14 orang, termasuk petugas gereja yang mencoba mencegah pelaku masuk ke pekarangan gereja dan beberapa jemaat.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, sebelum terdengar ledakan, ada dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic, mondar-mandir. Kemudian dicegat dan diperiksa oetugas keamanan gereja. Namun beberapa saat kemudian terdengar ledakan keras.

“Dari informasi di lapangan, ditemukan kendaraan yang sudah hancur. Ada beberapa potongan tubuh, yang akan jadi bagian untuk meyakinkan penyidik. Akan kami cek apakah potongan tubuh itu dari dua atau satu pelaku. Jenis kelamin juga belum bisa dikonfirmasi, kami masih menunggu tim dokter kepolisian,” ujar Argo.

Argo juga mengatakan, kepolisian menjamin keamanan peringatan wafatnya Isa Almasih pada Jumat (2/4) mendatang serta perayaan Paskah pada pekan depan tanggal 4 April.

Selain itu kepolisian juga belum dapat mengkofirmasi apakah ledakan yang terjadi dipicu bom dengan daya ledak tinggi atau rendah. Argo berkata, pengumpulan alat bukti dan olah tempat kejadian perkara (TKP) masih dilakukan.

Sejumlah saksi mengatakan pelaku menerobos masuk sebelum diperiksa pada saat jemaat keluar masuk gereja.

“Kami sedang menyisir satu per satu, baik tubuh, serpihan dan yang lainnya. Kami akan olah pelan-pelan,” kata Argo. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *