Inilah Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Foto dua orang berbondengan motor yang diduga pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makasar beredar lewat medsos
Foto dua orang berbondengan motor yang diduga pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makasar beredar lewat medsos

MAKASSAR (Awal.id) – Sejak Minggu malam, sebuah foto diduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar beredar di aplikasi pesan singkat dan Medsos lainnya. Foto terduga bomber Makassar itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan.

Dalam foto itu, terlihat ada seorang pria dan wanita tengah berboncengan menggunakan sepeda motor. Seorang wanita dalam posisi di bonceng tersebut menggunakan cadar.

“Iya (foto beredar benar terduga pelaku). Itu mungkin teman-teman (ada yang dapat). Pelakunya 2 orang, laki-laki dan wanita,” ujar Kombes E Zulpan.

Kombes Zulpan menambahkan, sejauh ini Biddokkes Polda Sulsel baru mengungkap identitas terduga pelaku pria yang potongan kepalanya sempat ditemukan di atas atap sebuah bangunan di samping Gereja Katedral Makassar.

“Inisial pelaku (terduga pelaku pria) LL,” kata Zulpan.

Sementara untuk identitas terduga pelaku wanita masih dalam penyelidikan. Polisi beralasan potongan tubuh terduga pelaku wanita hancur. “Belum, masih diidentifikasi. Karena hancur kan, hancur,” jelas Zulpan.

Diberitakan sebelumnya, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kartini, Makassar sekitar pukul 10.28 WITA. Saat terjadi ledakan, di dalam geraja masih berlangsung kegiatan ibadah.

Pada saat bersamaan, dua orang berboncengan motor matic menerobos masuk ke gerbang gereja. Karena gerak geriknya mencurigakan, petugas keamanan gereja mencoba menghentikan dan memeriksa identitas pelaku.

Namun belum sempat diperiksa, pelaku meledakkan bom yang dibawanya. Dua terduga pelaku pun tewas di tempat kejadian.

Atas peristiwa tersebut, pemerintah mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri ini. Presiden Joko Widodo menyatakan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak terkait agama apapun.

“Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apa pun,” ujar Jokowi dalam konferensi pers virtual, Minggu (28/3).

Sementara Waketum MUI (Majelis Ulama Indonesia), Anwar Abbas, juga mengutuk keras kejadian bom bunuh diri itu, karena tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai ajaran agama mana pun yang diakui negeri ini. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *