Kapolri: Pelaku Bom Gereja di Makassar Teridentifikasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Parabowo dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau langsung lokasi bom bunuh diri di Makassar.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Parabowo dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau langsung lokasi bom bunuh diri di Makassar.

MAKASSAR – (Awal.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri sudah mengantongi identitas salah satu pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Satu pelaku yang berhasil diidentifikasi berinisial LL. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam penyelidikan.

“Inisial pelaku sudah kita dapatkan LL,” ujar Listyo di lokasi kejadian, Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) malam.

Kapolri bersama Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau langsung lokasi bom bunuh diri di Makassar.

Rombongan Panglima TNI dan Kapolri tiba di lokasi bom bunuh diri pada pukul 20.55 WITA. Lokasi yang pertama ditinjau adalah tempat terduga pelaku meledakkan diri. Setelahnya mereka masuk ke dalam Gereja Katedral.

Jenderal Listyo menambahkan, pelaku merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). “Mereka adalah bagian dari kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang kami amankan,” katanya.

Kedua pelaku itu, lanjut Kapolri, merupakan bagian dari kelompok Daro yang pernah melakukan aksi teror di Jolo, Filipina. “Kelompok Daro, pelaku yang beberapa waktu kita amankan.Kelompok ini bergabung terkait yang pernah melakukan kegiatan bom di Jolo (Filipina),” katanya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD juga menyampaikan kabar bahwa 2 pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, Minggu siang, tewas. “Peristiwa ini sampai sekarang tercatat mengakibatkan 2 orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tewas,” ujar Mahfud.

Mahfud juga mengabarkan sejumlah jemaat dan pihak keamanan Gereja Katedral Makassar terluka. Totalnya ada sekitar 20 orang. “Sampai berita terakhir sekitar 20 orang masyarakat dan petugas keamanan Gereja Katedral luka sehingga mereka ini dirawat di rumah sakit,” jelas Mahfud. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *