PDIP Jateng Latih Ibu-ibu Budidaya Tanaman Hidroponik,  Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

SEMARANG (Awal.id) – Penurunan ekonomi masyarakat akibat dampak wabah Covid-19 menjadi perhatian Partai Demokrasi Indonesiaa Perjuangan (PDIP).

Untuk meningkat kesejahteraan masyarakat, DPD PDIP memberi pelatihan budidaya tanaman pangan secara hidroponik kepada kalangan ibu rumah tangga guna menjaga ketahanan pangan.

“Dengan tambahan ilmu tersebut kami berharap para ibu-ibu rumah tangga bisa meningkatkan produksi pangan, sehingga ekonomi keluarga pun ikut terangkat,” kata Bendahara DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng, di Semarang, Minggu.

Soal pemilihan ibu-ibu rumah tangga untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, Agustina Wilujeng mengatakan hal ini karena ibu-ibu memiliki banyak waktu luang di rumah.

“Sasaran peserta pelatihan ini adalah ibu-ibu yang notabene masih memiliki waktu luang di rumah. Kami menginginkan tak hanya diajari menanam, tapi diajari dari nol, diberi bantuan alat hingga pemasaran, dan cara berbisnisnya,” katanya.

Pelatihan yang mengambil lokasi di kantor DPD PDIP Jateng itu dilakukan secara lengkap, mulai dari teknik menanam, perawatan, mengembangbiakan hingga cara berbisnis hasil tanaman hidroponik.

Agustina menilai hidroponik saat ini dianggap sebagai metode yang tepat untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah perkotaan.

Pada masa pandemi ini, lanjutnya, hasil tanaman hidroponik juga bisa diandalkan untuk menambah pemasukan keluarga.

Agustina Wilujeng yang tahun ini didapuk sebagai Ketua Panitia HUT Ke-48 PDI Perjuangan Tingkat Jateng itu berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di teknik menanam hidroponik saja, tapi juga merambah sampai bagaimana cara memasarkan hasil.

“Kami akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang. Ibu-ibu yang memproduksi hasil tanaman hidroponik pangan, Pemkot yang membuka pasarnya,” ujar Agustina.

Menurut dia, pasar khusus untuk tanaman hidroponik sudah saat dibuka oleh Pemkot Semarang. Dengan adanya pasar tersebut, para pengusaha dan konsumen bisa bertemu untuk melakukan transaksi jual beli sayur-sayuran hasil pengembangan secara hidroponik.

“Peluang sayuran hidroponik sekarang terbuka lebar. Restoran maupun hotel banyak membutuhkan pasokan sayur-sayuran segar berkualitas tinggi,” ujar anggota DPR RI itu.

Dia menilai jika memungkinkan dan dianggap penting, pembentukan lembaga bisnis sayuran hidroponik bisa diserahkan kepada Karang Taruna, baik mengenai cara pengemasan maupun pemilhan higienis sayuran.

Agustina menegaskan pihaknya berencana membuka pelatihan tahap selanjutnya, dengan catatan pelatihan diikuti oleh komunitas yang benar-benar berminat untuk budidaya hidroponik.

“Target pelatihan adalah ‘outcome-nya. Jangan sampai pelatihan ini sistemnya hanya pemerataan, sehingga pesertanya banyak, tapi setelah itu tidak ada kelanjutannya,” tandasnya. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *