Pembukaan Kegiatan HUT Kota Semarang Digelar Sederhana

Wali Kota Hendrar Prihadi melepaskan balon-balon ke udara menandai mulai dilaksanakannya rangkaian kegiatan HUT Kota Semarang.
Wali Kota Hendrar Prihadi melepaskan balon-balon ke udara menandai mulai dilaksanakannya rangkaian kegiatan HUT Kota Semarang.

SEMARANG (Awal.id) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang tahun 2021 ini kembali akan digelar Pemerintah Kota Semarang. Hanya saja, pembukaan kegiatan peringatan HUT kali ini dilakukan secara sederhana, mengingat pandemi Covid-19 hingga kini belum berakhir.

Pada tahun lalu, HUT Kota Semarang yang jatuh pada tanggal 2 Mei tidak dirayakan. Masalahnya, pada 2020 wabah virus Corona masih merajalela, yang dibuktinya semakin tingginya akan penderita yang terpapar virus dari Cina tersebut.

Seiring penurunan angka penderita Covid-19, dan gencarnya gerakan vaksinasi massal yang dilakukan pemerintah pusat, Pemkot Semarang memandang perlu untuk menyelenggarakan peringatan hari lahirnya Kota Semarang.

“Peringatan HUT Kota Semarang kita lakukan secara sederhana, tanpa mengurangi esensi dari bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Jumat (26/3/2021).

Hendi menegaskan peringatan HUT Kota Semarang ini akan tetap mengacu pada penerapan protokol kesehatan secara ketat, dengan mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan massa.

Rangkaian kegiatan HUT Kota Semarang diawali dengan apel yang dipimpin oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Apel ini hanya diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mengajak seluruh jajarannya dan seluruh warga Kota Semarang untuk mendukung rangkaian peringatan HUT Kota Semarang sebagai momentum melawan Covid-19.

“Kali ini untuk sebuah komitmen bersepakat membasmi Covid-19, harus tambah optimis, karena kita tahu musuh ini bisa kita kalahkan dengan bergerak bersama,” ujar Hendi.

Menurut politikus asal PDIP ini, agenda peringatan Hari Jadi Kota Semarang yang sudah menjadi agenda rutin harus dijaga kelestariannya.

“Tradisi ini harus kita jaga, sebagai sikap nguri – uri sejarah berdirinya Kota Semarang,” papar Hendi.

Demikian pula pada upacara puncak peringatan HUT pada tanggal 2 Mei, Hendi juga mengungkapkan tidak ada pengerahan massa seperti tahun sebelumnya.

“Kita buat lebih sederhana, tidak seperti sebelum – sebelumnya dengan massa yang banyak, mungkin hanya diwakili beberapa kesatuan atau kelompok,” imbuhnya.

Hendi menekankan, rangkaian HUT Kota Semarang rencananya akan dilaksanakan, baru separuh dari kondisi normal sebelum pandemi. “Prinsipnya kita ingin kembali membangun semangat masyarakat dengan memperhatikan protokol-protokol kesehatan yang harus dijalankan. Termasuk jika menengok angka positif Covid-19 di Kota Semarang yang semakin menurun, aktivitas sosial dan budaya harapannya perlahan bisa dibuka kembali,” ujarnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *