Penyelundupan Sabu dalam Kulit Kardus ke Rutan Ponorogo Digagalkan

Petugas Rutan Ponorogo menemukan empat paket sabu di dalam kulit kardus bekas paket kiriman yang ditujukan ke salah seorang napi.
Petugas Rutan Ponorogo menemukan empat paket sabu di dalam kulit kardus bekas paket kiriman yang ditujukan ke salah seorang napi.

PONOROGO (Awal.id) – Modus penyelundupan narkoba dan obat-obat terlarang (narkoba) kini semakin beragam. Bahkan, pelaku penyelundupan semakin berani merambah lokasi yang semestinya dihindari atau dijauhi.

Seperti penyelundupan sabu yang dilakukan lewat  kurir jasa ekspedisi ke Rutan Ponorogo, Jawa Timur, baru-baru ini. Untuk menghindari dari pengamatan petugas, sabu kiriman ke Rutan Ponorogo disembunyikan atau diselipkan ke dalam kardus yang berisi makanan.

Kiriman makanan yang di dalam kulit kardusnya dimasuki empat paket sabu itu ditujukan kepada salah seorang penghuni rutan berinisial FK.

Penyelundupan sabu dalam kulit kardus ini terbongkar setelah penerima kiriman, FK meminta paksa kardus yang dibawa petugas. Petugas yang curiga lantas menyobek kardus kemasan makanan itu dan menemukan empat paket sabu terbungkus plastik.

“FK memanfaatkan kurir ekspedisi, sehingga kami tidak bertemu langsung dengan pengirim,” ujar Kepala Rutan Ponorogo Arya Galung, Selasa (30/3/2021).

Arya menjelaskan, petugas semula tidak menduga kiriman makanan dari ekspedisi tersebut terdapat sabu. Sebab, saat dibuka tidak ditemukan apa-apa, kecuali makanan.

Kecurigaan petugas mulai muncul, manakala FK  meminta secara paksa kardus paket bekas pembungkus makanan yang ditujukan kepadanya. FK beralasan, kardus itu akan digunakan untuk alas tidur.

Alih-alih menuruti permintaan FK, petugas justru  merobek kardus bungkus paket tersebut. Dengan teliti, petugas ‘menguliti’ kardus tersebut.

Setelah dikuliti secara tuntas, petugas Rutan Ponorogo sempat terkejut lantaran di sela-sela kardus itu dikaitkan empat paket serbuk kristasl putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu.

“Ya, narkotika itu diselipkan di dalam kulit kardus,” tutur Arya.

Atas penemuan barang haram tersebut, pihak Rutan langsung melakukan koordinasi dengan Polres Ponorogo. Barang bukti berupa empat paket sabu kemudian dibawa polisi untuk diselidiki dan diproses secara hukum.

Arya mengapresiasi kinerja petugasnya. Apalagi, dalam waktu kurun waktu lima bulan terakhir ini, jajarannya sudah tiga kali menggagalkan masuknya narkotika ke dalam rutan.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas kami atas ketelitiannya,” katanya.

Sementara FK saat dimintai keterangan soal paket sabu iti mengaku barang haram itu merupakan kiriman dari seseorang di Surabaya. Siapa pengirim sabu ke dalam Rutan Ponorogo, saat ini sedang dalam penyelidikan polisi. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *