Popda Jateng Digelar Virtual, Ini Cabor yang akan Dipertandingkan

Sinoeng Nugraha Rahmadi
Sinoeng Nugraha Rahmadi

SEMARANG (Awal.id) – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugraha Rahmadi, mengatakan persiapan untuk Popda 2021 telah digodok oleh tim penyelenggara sejak jauh-jauh hari.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan lampu hijau kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah untuk menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2021 secara virtual.

Menurut Sinoeng Nugraha, sesuai rencana, Popda 2021 akan mulai dihelat awal April mendatang. Popda virtual itu juga akan menjadi yang pertama di Indonesia

Cabor yang dipertandingkan merupakan hasil koordinasi dan rekomendasi dari unsur Satuan Tugas Covid-19 Jawa Tengah.

Total ada 83 nomor dari 9 cabor yang rencananya akan digelar secara virtual dalam Popda 2021. Di antaranya Panahan, Pencak Silat, Senam Artistik dan Senam Ritmik, Taekwondo, Karate, Judo, Kempo, Wushu, dan Tarung Drajat.

Sementara nonvirtual ada 31 nomor dari 9 cabor antara lain Atletik, Bola Voli, Bola Voli Pasir, Bulu Tangkis, Sepak Takraw,  Tenis, Tenis Meja, Sepatu Roda, dan Petanque.

“Untuk cabor yang dipertandingkan secara virtual kami selenggarakan lebih dulu, mulai awal April. Untuk yang nonvirtual akan ditunda sesuai pertimbangan dari Satgas Covid-19,” kata Sinoeng saat memberikan paparan di hadapan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Selasa (2/3).

Penerapan protokol kesehatan yang ketat juga dilakukan sejak awal, yaitu tiap kontingen cabor harus mendapat rekomendasi dan surat keterangan hasil tes PCR dari Kabupaten/Kota.

Setiba di Semarang tiap kontingen juga dicek ulang untuk swab antigen. Jika ada yang ketahuan reaktif maka peserta langsung dipulangkan.

Kontingen yang dinyatakan lolos tes Covid-19 langsung diantar ke hotel dan tidak diperkenankan berkegiatan selain terkait Popda. Panitia telah menyediakan setidaknya 13 hotel untuk Popda 2021. Tiap kontingen juga disediakan bus untuk antar-jemput dari hotel ke venue pertandingan.

“Di venue hanya kami batasi 50 orang sudah termasuk wasit dan official. Pertandingan akan digelar tanpa penonton di venue. Setiap pertandingan diberikan jeda untuk disinfektan. Semua ini masih kami matangkan dan koordinasikan terus dengan unsur Satgas Covid-19,” jelasnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *