Sempat Dicegat Petugas Gereja, Pelaku Terobos Masuk Sebelum Ledakkan Bom

Pelaku bom bunuh diri dan motor yang dikendarai hangus terbakar usai bom meledak

MAKASSAR (Awal.id) – Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Merdisyam mengatakan, kasus ledakan di halaman Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah diduga bom bunuh diri.

Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi ledakan mengatakan, sebelum meledakkan diri, pelaku menerobos masuk dan sempat dicegat petugas gereja. Saat itu, puluhan orang juga keluar masuk gereja karena sedang jeda antarmisa rangkaian ibadah Paskah.

Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Merdisyam juga memastikan, sejauh ini satu korban yang meninggal adalah pelaku bom bunuh diri. Sementara sembilan warga luka, lima di antaranya petugas gereja dan kini tengah dirawat.

Merdisyam mengatakan, pihaknya bersama Densus 88 tengah mengolah identitas pelaku bom bunuh diri

Seperti dikerahui, ledakan bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral terjadi saat jeda antarmisa.

Alphonso, salah seorang pengurus Gereja Katedral Makassar, yang mengaku berada di halaman gereja saat ledakan terjadi, mengatakan, pelaku berusaha masuk ke gereja saat ibadah yang dimulai pukul 8.00 baru saja berakhir.

Namun seorang petugas gereja berinisial K menghentikan pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Sebelum perayaan Pekan Suci jelang paskah yang jatuh akhir minggu ini, pihak Gereja Katedral sudah mengimbau umatnya untuk tidak membawa barang yang mencurigakan.

Tiga petugas gereja ditugaskan di depan gerbang untuk memeriksa tas yang dibawa oleh umat.

“Pelaku datang kurang lebih jam setengah 11. Biasanya umat dipersilakan masuk baru diperiksa. Tapi pelaku langsung menerobos masuk, jadi tidak sempat diperiksa,” kata Alphonso.

Oleh petugas geraja, pelaku sempat ditahan karena nekat untuk masuk ke halaman gereja. Beberapa saat kemudian pelaku meledakkan dirinya.

“Petugas gereja yang menahan pelaku terkena sedikit serpihan ledakan. Dia berada sangat dekat dengan ledakan karena berdiri di depan motor pelaku.

“Dia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar, masih bisa berbicara, tapi pendengarannya terganggu,” ujar Alphonso.

Selain petugas gereja ini, Alphonso menyebut ada lima umat yang juga dilarikan ke rumah sakit karena terkena serpihan kaca.

Sebelum ledakan terjadi, sekitar seratus orang mengikuti ibadah di gereja ini. Jumlah itu setengah dari kapasitas gereja.

Para pastor gereja disebut Alphonso dalam kondisi baik-baik saja. Pastor yang dijadwalkan memimpin misa pukul 11.00 belum masuk ke lingkungan gereja saat ledakan terjadi. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *