Stabilkan Harga Cabai, Komisi V DPR Minta Pemerintah Berdayakan Petani Lokal

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan

JAKARTA (Awal.id) – Kebijakan pemerintah di sektor pertanian harus  bisa memberdayakan petani lokal, sehingg mampu  menstabilkan dan mengatasi lonjakan harga cabai di berbagai daerah.

Penegasan ini dilontarkan Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, di Jakarta, Rabu (3/3/2021), menanggapi melonjokkan harga cabai di pasaran akhir-akhir ini.

Menurut Johan, selama ini pola produksi cabai sangat tidak beraturan. Untuk itu, diperlukan adanya pola produksi dan stabilisasi harga cabai. Terlebih, menjelang momen puasa dan Lebaran, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Pemerintah harus memberdayakan petani lokal untuk mengatur manajemen produksi agar tidak terjadi fluktuasi produksi dan harga bisa lebih stabil,” paparnya.

Selain itu, Johan juga meminta pemerintah lebih serius dalam mengembangkan cabai sebag komoditas unggulan nasional yang memiliki daya adaptasi dan nilai ekonomi tinggi.

Menurut politikus dari PKS, kebutuhan cabai untuk  kota-kota besar sekitar 800.000 ton per tahun atau sekitar 66.000 ton per bulannya. Tingginya permintaan pasar terhadap komodutas ini karena  cabai banyak digunakan dalam skala industri makanan dan minuman. Sementara harga cabai kerapkali berfluktuatif.

“Fenomena fluktuasi harga cabai selalu terjadi setiap tahun, sehingga harus memahami sifat unik dari komoditas cabai. Seperti mudah rusak, produksi bersifat musiman, namun permintaan dalam keadaan segar dan dikonsumsi sepanjang tahun,” paparnya.

Mengingat tingginya permintaaan pasar terhadap komoditas cabai, Johan menilai peran pemerintah sangat penting dalam tata kelola komoditas ini supaya harga cabai bisa stabil sepanjang tahun. (*) 

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *