Anniversary 22 Tahun Indonesian Rock Band, Kolaborasikan 24 Musisi Se-Jawa Tengah

Erwin Clouless, personel Indonesian Rock Band
Erwin Clouless, personel Indonesian Rock Band

SEMARANG (Awal.id)  –  Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-22, grup band Indonesian Rock menggelar rock music concerts, di Prasasti Coffee, Jalan Papandayan Inpres No.28, Gajah Mungkur, Semarang, Minggu (4/4/2021).

Pendiri Band Indonesian Rock Semarang Erwin Clouless mengatakan grup band asal Semarang ini didirikan pada tahun 1999, sehingga saat ini sudah menghibur pecinta musik Ibu Kota Provinsi Jateng selama 22 tahun.

“Untuk menjaga eksistensi band selama 22 tahun bukan suatu hal yang mudah, dan kami bersyukur perjalanan panjang itu dapat dilalui,” kata Erwin sapaan akrab Erwin Clouless.

Menurut Erwin, Indonesian Rock Band Semarang merupakan band legendaris yang dulu pernah ada dan sempat berkipar pada masanya. Meski sekarang ini tinggal nama, namun dirinya tetap konsisten untuk menjaga nama bandnya agar tidak punah.

“Personel band Indonesian Rock Band Semarang sekarang cuma tinggal saya. Selaku pendiri band sekaligus drumer Indonesian Rock ini, saya yakin dan optimis, kelak band ini akan hidup kembali dan berjaya lagi,” katanya.

Kini Erwin mencoba bangkit untuk berkiprah di dunia musik lagi untuk menata kehidupan yang baru. Ibarat diam di dalam sepi, dia tetap setia menyimpan nama Indonesian Rock di dalam relung hati dan jiwanya.

Tak Pernah Mati

Erwin Clouless kepada awal.id menjelaskan personel band yang dibentuknya memang sudah bubar, namun nama band Indonesian Rock tidak pernah mati.

“Band saya memang sudah bubar, ya tinggal saya yang tersisa di nama Indonesian Rock ini. Saya sendiri sebagai pemain drum dan juga sekaligus pendiri band ini. Saya nggak mau nama Indonesian Rock hilang di dalam jiwa saya, makanya saya buat acara Anniversary 22 tahun Indonesian Rock ini,” paparnya.

Dia menjelaskan pada acara Anniversary 22 tahun Indonesian Rock ini, dirinya mengundang 24 musisi rock se-Jawa Tengah dan beberapa seniman serta komunitas pecinta musik rock untuk berkolaborasi satu sama lain.

“Saya ingin memperkuat tali silahturahim antarsesama musisi.  Pada acara itu sebenarnya saya akan mencari dan menyeleksi siapakah yang pas untuk bisa bergabung di grup band Indonesian Rock baru,” ujar Erwin.

Erwan Rocker berkolaberasi dengan teman sesama musisi rock.

Erwan Rocker berkolaberasi dengan teman sesama musisi rock.

Erwin mengajak musisi Semarang tetap kompak dan rukun dunia musik di kota ini semakin maju dan berkembang.

“Selain itu, saya pengen temen-temen musisi tetap menjaga seduluran agar terus menjadi satu kesatuan yang kuat dan tidak terpisahkan,” katanya,

Acara ulang tahun yang ke 22 tahun band Indonesian Rock sendiri rencananya akan digelar dalam dua sesi. Hal ini karena Kota Semarang belum sepenuhnya terbebas dari ancaman virus Covid-19.

“Saya dan pengelola Prasasti Coffee memahami bahaya Covid-19, sehingga kami wajib mematuhi peraturan pemerintah,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Erwin menghadirkan beberapa band rock asal Semarang tampil di siang hari. Band rock yang tampil yakni Thusaya, Soulbeats, D’Chee Tos, Livroem, Agatha, The Syailendra, Laras Band, G Victory, Generation dan D’Valiant.

Sedangkan untuk sesi dua digelar pada malam harinya, dengan menampilkan musisi-musisi senior dengan tema Indonesian Rock Colaboration 24 Musisi Se-jawa Tengah.

Ke-24 musisi yang tampil di antaranya Lucy Rocker, Viena, Benny Esperanza, Denny Malmster, Nanang D’valiant, Dowo The Rocket, Dwi WD, Rully D’valiant, Nonot, Jack D’valiant,

Ardian David, Ilham Slash, Arie Magic, Mad Roses, Dief Ifa, Erwan Rocker, Zack Barnezt, Dhedi Black, Ares Candidath, Iwan Jobex, Artie Distorcion, dan Engggar Rockstar.

Apreasiasi

Menurut Ares, Vokalis Band Candidath Semarang, acara ini sangat bagus dan luar biasa. “Saya sangat mengapresiasi acara ini. Sebelumnya saya mengucapkan selamat ulang tahun buat band Indonesian Rock yang ke-22,” paparnya.

“Acara ini sangat menginspirasi para musisi lainnya, bahwa musik rock di Semarang ternyata masih ada gaungnya, masih ada nyawanya, dan masih ada gregetnya,” tukas Ares.

Ares sependapat bahwa semua seniman, khususnya musisi, harus nyengkuyung bareng atau guyub bareng terus. Dia mengistilahkan, sesama musisi rock harus bergotong royong demi kemajuan dunia musik di Kota Semarang.

Dia mewanti-wanti musik rock jangan sampai tidak ada namanya, baik di Kota Semarang maupun Indonesia. “Nek isa (kalau bisa-red) membaur jadi satu. Jadi satu kesatuan gitulah, demi mewujudkan seniman Semarang Hebat,” imbuhnya.

Sedangkan Erwan Rocker, vokalis Band Dewata juga mengaku terkesan melihat antusias musisi rock bisa berkumpul guyub jadi satu seperti ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada Indonesian Rock Management, khususnya Mas Erwin yang sudah mengundang saya di acara ini. Acaranya bagus dan keren. Selama masa pandemi kan semua event diberhentikan, bahkan sama sekali tidak ada acara acara musik yang digelar. Nah di era new normal dengan menaati protokol kesehatan dengan ketat, syukur alhamdulillah kita sebagai musisi akhirnya bisa bermusik lagi di panggung panggung acara seperti ini,” tandasnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *