Razia Gabungan di Lapas Batu Nusakambangan, Petugas Tak Temukan Barang Ilegal

Barang-barang yang ditemukan pada razia gabungan di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap.
Barang-barang yang ditemukan pada razia gabungan di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap.

CILACAP (Awal.id) – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Selasa malam (6/4/2021) pukul 20.00 WIB, mendadak ramai.

Sebanyak 55 personel aparat gabungan langsung bergerak cepat memeriksa setiap blok atau kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau nara pidana (napi). Sasaran dari razia itu adalah barang-barang terlarang (narkoba), telepon seluler maupun tidak seharusnya berada di tempat streril tersebut.

Sekitar dua jam, petugas gabungan mengobok-obok kamar dan barang-barang milik napi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Namun, pada razia malam itu yang dipimpin Kepala Lapas Kelas I Batu Jalu Yuswa Panjang tidak menemukan satu pun barang terlarang, seperti narkoba, telepon seluler, dan sebagainya kamar hunian WBP.

Pada razia gabungn itu, Lapas Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap melibatkan seluruh pegawainya dengan dibantu personel dari Balai Pemasyarakatan Nusakambangan, alumni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Angkatan 51, calon pegawai negeri sipil (CPNS) perekrutan  2019, serta aparat Kepolisian Sektor Nusakambangan.

Kalapas Kelas I Batu Jalu Yuswa Panjang mengatakan tujuan razia ini sebagai upaya penanganan serta pencegahan penggunaan narkoba, telepon seluler, dan barang-barang lainnya oleh warga binaan ke dalam lapas.

“Kalau barang-barang terlarang bisa masuk lapas, jelas ini melanggar hukum serta mengganggu keamanan dan ketertiban lapas,” ujarnya.

Soal masuknya barang haram ke lapas yang selama ini menghiasi media massa, Jalu mengatakan hal itu terjadi lantaran lemahnya pengawasan dan pengamanan, baik di luar lapas maupun di dalam lapas itu sendiri.

“Untuk menghindari masuknya barang haram ke Lapas Batu, Pulau Nusakambangan inilah, kami berinisiatif menggelar razia. Kami ingin mewujudkan lapas yang bersih serta bebas dari narkoba, telepon seluler, dan barang terlarang lainnya,” paparnya.

Jalu menjalaskan pada razia barang ilegal, pihaknya menerjunkan 55 personel petugas gabungan.

“Razia ini digelar dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-57 Tahun 2021. Kegiatan ini juga sebagai wujud sinergitas jajaran Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Polri,” papar Jalu.

Menurut Jalu, pelaksanaan razia ini merupakan wujud keseriusan dan integritas serta bukti komitmennya untuk melaksanakan program ‘Zero Halinar (Handphone, pungutan liar, dan narkoba)’ di Lapas Batu. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *