Jalankan PLTS Terapung Cirata, PT Pembangkit Jawa Bali Gandeng Perusahaan Uni Emirat Arab

PURWAKARTA (Awal.id) – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata ditargetkan beroperasi pada November 2022. Demikian laporan PT PLN (Persero) saat deklarasi penyelesaian pembiayaan secara virtual.

Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya komitmen penuh mendukung pemerintah mencapai target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen tahun 2025.

“Kami berharap PLTS Terapung Cirata menjadi pemicu dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya PLTS dengan tarif yang kompetitif sebagai bagian dari upaya PLN menghadirkan energi bersih, andal, dan keekonomian yang wajar,” ujar Zulkifli di Purwakarta, Selasa (3/8).

Konsorsium PLTS Cirata merupakan bentuk kerja sama antara PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) melalui anak usahanya, PT PJB Investasi dengan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Masdar.

“Nilai proyek kurang lebih sekitar US$ 1 juta per 1 MW. 80% oleh lender asing dan 20% kami modal sendiri,” ungkap Presiden Direktur PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Investasi Amir Faisal.

PLTS tersebut akan menghasilkan listrik 245 GW per tahun diperkirakan dapat menerangi 50.000 rumah dengan tarif sebesar 5,81 sen dolar AS per kilowatt hour. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *