Liluk Yakin PSIS Lolos ke 5 Besar di Liga 1 2021

General Manajer PSIS Semarang Wahyu ”Liluk” Winarto (kanan) dipandu Rudy Bonsa saat tampil di program Inspirasi, di Kantor Awal.id, Rabu (25/8).
General Manajer PSIS Semarang Wahyu ”Liluk” Winarto (kanan) dipandu Rudy Bonsa saat tampil di program Inspirasi, di Kantor Awal.id, Rabu (25/8).

SEMARANG (Awal.id) – Optimisme harus dimiliki setiap insan olahraga. Semangat untuk memenangi setiap laga untuk menjadi yang terbaik, harus digelorakan dalam dada para pemain, pelatih, ofisial tim, bahkan supporter setianya.

Keyakinan yang besar ini disampaikan General Manajer PSIS Semarang Wahyu ”Liluk” Winarto saat menjadi nara sumber di program Inspirasi yang ditayangkan secara langsung dari Studio Awal.id lewat kanal Youtuber Awal Media Nusantara, Rabu (25/8). Acara Inspirasi ini dipandu oleh Rudy Bonsa.

Untuk menggapai impian tersebut, menurut Liluk, Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, kini mulai melakukan latihan ekstra agar saat bertanding nanti bisa menunjukkan permainan yang menawan untuk dinikmati para penonton pecinta bola.

Pertandingan Liga 1 musim kompetisi 2021/2022 sendiri dijadwalkan bergulir mulai 27 Agustus. Laga-laga yang menampilkan tim-tim kelas 1 nasional ini tidak bisa disaksikan secara langsung, mengingatkan kondisi Indonesia saat ini masih pandemi Covid-19. Namun, para pecinta sepak bola nasional tidak perlu berkecil hati, karena laga ini akan disiarkan secara langsung oleh telivisi swasta nasional.

“Persiapan untuk Liga 1 sudah kami lakukan sejak lama. Kami, manajemen PSIS, optimis anak-anak Semarang bisa masuk 5 besar. Yang pasti, kami ingin menyuguhkan permanan cantik dan apik untuk para supporter Kota Semarang,” paparnya.

Liluk yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Semarang memaparkan dalam sistem liga sepak bola Indonesia, Liga 1 merupakan liga prosesional level teratas. Sistem kompetisi itu akan menggunakan model promosi, dan degradasi. Sebanyak 18 klub siap bersaing untuk menjadi juara.

Liluk menyakini persiapan yang matang, tentu tak akan pernah mengkhianati hasil. Dengan tekat yang mantap dan semangat yang kuat, tentu tidak akan mustahil bagi PSIS Semarang untuk mewujudkan mimpinya menjadi tim terbaik di Liga 1.

Wahyu ”Liluk” Winarto (kanan) mendapat kenangan-kenangan dari Direktur Utama Awal.id, Anton Setyawan, seusai tampil sebagai nara sumber program Inspirasi, di Kantor Awal.id, Rabu (25/8).

Wahyu ”Liluk” Winarto (kanan) mendapat kenangan-kenangan dari Direktur Utama Awal.id, Anton Setyawan, seusai tampil sebagai nara sumber program Inspirasi, di Kantor Awal.id, Rabu (25/8).

Dragan Mundur

Sejak mundurnya Pelatih Kepala PSIS Dragan Djukanovic, politisi asal Partai Demokrat ini mengaku persiapan tim Kota ATLAS untuk mengarungi Liga 1 menjadi sedikit terganggu.

“Mundurnya Dragan Djukanovic jelang kompetisi memang membuat persiapan tim PSIS agak terganggu. Tapi, saya yakin masalah ini tidak akan mempengaruhi semangat bagi Laskar Mahesa Jenar untuk menatap Liga 1,” tukasnya.

Untuk menjalankan program latihan rutin, Liluk menunjuk Asisten Pelatih PSIS Imran Nahumarury sementara waktu menjadi nahkoda untuk mematangkan teknik dan taktik para pemain tim asal Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

“Jika sebuah klub bola belum ada pelatihnya, yang berhak mengisi posisi itu adalah asisten pelatih, dalam hal ini adalah coach Imran,” jelasnya.

Dalam pandangan Liluk, kemampuan kepelatihan yang dimiliki Imran Nahumarury tidak kalah kualitasnya dengan pelatih tim-tim besar di Liga 1. Sebelum beralih profesi sebagai pelatih, Imran merupakan mantan pemain sepak bola nasional berpotensi.

“Pengalaman Imran sebagai pemain professional tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan kepelatihan dari coach Imran sangat luar. Dia juga memiliki pengalaman bermain yang bagus. Coach Imran juga mantan pemain yang sangat baik,” kata Liluk.

Liluk mengabarkan dalam waktu dekat ini manajemen PSIS akan mengumumkan berita gembira terkait pelatih utama baru yang sudah disiapkan sebagai pengganti Dragan Djukanovic. Siapa sosok pelatih baru itu,  Liluk masih merahasiakannya.

Usai libur panjang akibat perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Liluk secepatnya menginstruksikan pelatih untuk terus menggenjot latihan fisik para punggawa Mahesa Jenar. Tak hanya mengembalikan kemampuan fisik saja, pihaknya juga akan meningkatkan taktikal, defending, dan pola penyerangan di setiap sesi dari program latihan rutin.

Liluk memaparkan program keras dari tim PSIS telah menunjukkan hasil positip. Kefokusan latihan yang penuh semangat juang ini terlihat saat PSIS melakoni uji coba melawan Sulut United, di Stadion Citarum, Kota Semarang,  21 Agustus lalu. Skuad Mahesa Jenar yang tampil cukup bagus, mampu memenangi laga pemanasan jelang digulirnya Liga 1.

Soal komposisi pemain PSIS yang dipersiapkan di Liga 1, Liluk mengatakan masih didominasi pemain-pemain lama. Daftar pemain PSIS Semarang yang akan ditampilkan di BRI Liga 1, antara lain, Bruno Silva, Riyan Ardiansyah, Finky Pasamba, Nerius Alom, Jonathan Cantillana, Soni Setiawan, Eka Febri Yogi, Komarudin, Damas Darmajati, Mahir Radja Satya, Andreas Ado, Risky Fajar Saputra, Aqsha Saniskara, Muhammad Fadli, Kartika Verdyanto, Wallace Kosta, Alfreanda Dewangga, Fendi Eko Utomo, Jandia Putra, Wahyu Prasetyo, Tegar Infantri, Aditya Jorry Guruh, Yoga Pratama, dan Gari Trianggoro.

Pada uji coba melawan Sulut United, tim PSIS yang diturunkan di babak pertama belum bisa menciptakan gol. Padahal, selama 45 menit pertama, PSIS bermain sudah cukup bagus, sehingga mengusai jalannya pertandingan.

Sedangkan di babak kedua, permainan dari tim Mahesa Jenar lebih agresif. Dari keagresifan inilah, tim kebanggaan masyarakat Semarang akhirnya mampu mencetak gol.

“Sejak diturunkannya dua tim yang berbeda, semua pemain merasakan suasana pertandingan. Dari evaluasi kami, mereka siap menghadapi kompetisi yang panjang,” paparnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *