Di Balik Aneka Rasa Minuman Marimas, Haryanto Halim: Terinspirasi Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

CEO PT Marimas Putra Kencana Harjanto Halim (kanan) dipandu Rudy Bonsa saat tampil acara Inspirasi, Rabu (15/9).
CEO PT Marimas Putra Kencana Harjanto Halim (kanan) dipandu Rudy Bonsa saat tampil acara Inspirasi, Rabu (15/9).

SEMARANG (Awal.id) – Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua. Semboyan negara ini kemudian dimasukkan dalam lambang Indonesia Garuda Pancasila. Semboyan ini terkandung maksud mulia, yakni mempersatukan Bangsa Indonesia, mempertahankan kesatuan bangsa, meminimalisir konflik atas kepentingan pribadi atau kelompok serta mewujudkan cita-cita Negara Indonesia.

Bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kata bhinneka artinya ”beragam”, sedangkan untuk tunggal yakni ”satu”, dan untuk ika artinya ”itu”.  Sehingga Bhinneka Tunggal Ika bermakna persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, yang terdiri dari beraneka ragam suku, budaya, ras, agama, dan bahasa. Indonesia memiliki banyak keragaman, Bhinneka Tunggal Ika juga bisa menjadi prinsip persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikian dilontarkan CEO PT Marimas Putra Kencana Harjanto Halim saat menjadi nara sumber program Inspirasi yang disiarkan secara langsung lewat kanal Youtube Awal Media Nusantara, di Kantor Awal.id, Jalan Kyai Saleh No 62, Semarang, Rabu (15/9).

Pada program acara yang dipandu oleh Rudy Bonsa mengusung tema “Rasa Kebhinnekaan”. Dan, kebhinnekaan ini terasa sekali dengan penampilan Haryanto Halim saat menjadi nara sumber Inspirasi.

Harjanto Halim dengan bangga mengenakan busana yang berasal dari berbagai daerah, seperti celemek dari Cina, ikat kepala, dan ikat punggung dari bali, lalu syal dari Kalimantan Barat. Sedang untuk baju, Harjanto Halim mengenakan busana adat Jawa Tengah, yakni baju lurik.

Harjanto Halim yang akrab disapa Halim mengaku dirinya sengaja mengenakan busana bernuasa kebhinnekaan karena rasa cintanya kepada Indonesia. Terlebih lagi tanah tumpah darahnya ini merupakan negara yang memiliki nilai-nilai keberagaman, kebersamaan, persaudaraan yang tinggi.

Selain itu, lanjut Halim, jika seseorang melakukan sesuatu hal apa pun, asalkan baik untuk diri sendiri maupun orang lain, harus dilakukan dengan ketulusan dan keceriaan.

“Jadi kalau kita mau melakukan apapun itu, asalkan itu baik, ya harus dengan ketulusan dan keceriaan. , Contohnya, saya gunakan busana yang coraknya beragam, tapi kok bisa pas, kok bisa cocok. Ini berarti, apa pun yang kita pakai dan kita kenakan semuanya harus dilandasi dengan hati yang tulus, penuh keihlasan, dan keceriaan, maka hasilnya ya akan cocok,” ujar Halim.

Cerminkan Keberagaman

Menurut Halim, rasa kebhinnekaan ini juga diterapkan pada aneka jenis minuman produksi PT Marimas Putra Kencana, perusahaan yang dipimpinnya.

Pada jenis produk minuman, PT Marimas menampilkan aneka varian rasa buah segar yang siap dinikmati para konsumennya. Banyaknya rasa buah tersebut, menandakan bahwa minuman serbuk Marimas secara tidak langsung sudah mencerminkan keberagaman.

CEO PT Marimas Putra Kencana Harjanto Halim

CEO PT Marimas Putra Kencana Harjanto Halim

Sekadar informasi, Marimas merupakan minuman serbuk instan yang sangat digemari di Indonesia. Alasannya simple saja, dengan satu sachet serbuk minuman rasa buah saja, konsumen bisa menikmati rasa asli buah segar.

Selain itu, konsumen tidak perlu mengeruk kocek lebih dalam untuk menikmati kesegaran minuman berasa buah segar sesuai seleranya. Cukup membeli satu sachet Marimas dengan harga terjangkau, mereka sudah bisa menikmati minuman rasa buah segar.

Menurut Halim, kebhinekaan “rasa” itu merupakan suatu hal yang alami. “Rasa” yang diambil maknanya oleh Marimas, secara harfiah berarti roso (rasa) menurut Bahasa Jawa.

“Jadi menurut saya memaknain kebhinnekaan juga soal rasa, bukan cuman icip-icip aja, tapi harus masuk. Saya bilang kebhinnekaan atau keindonesiaan itu sebenarnya. Alami kok. Saya selalu ngomong Bahasa Inggris saat sekolah di Amerika selama lima tahun. Anehnya, saat saya bermimpi saya selalu ngomong pakai Bahasa Jawa. Jujur kalau pas saya keluar negeri, dan ketemu orang Indonesia, ya dialognya tetap pakai Bahsa Jawa. Bahasa Jawa tidak bisa hilang dari diri saya. Inilah yang dinamakan rasa,” katanya.

Untuk menjadi orang yang sukses, menurut Halim, orang Indonesia harus menerapkan sistem kebhinnekaan, dan keberagaman yang tulus, ikhlas, serta keceriaan.

“Kalau kita mau sukses, ya harus menghargai sesama. Cinta dan saling menjaga persatuan antarmanusia. Siapa pun kamu dan punya gelar apa pun, jika tidak bisa menghargai orang lain, pasti untuk mencapai tingkat kesuksesan itu sangat sulit. Justru usaha yang kita miliki akan mengalami kehancuran,” tukasnya.

Untuk itu, Halim menilai Marimas dengan unsur rasa buah yang beragam, mengajak semua orang agar selalu menghormati sesama, dan saling peduli serta selalu menjaga persatuan dan keberagaman yang terkandung di dalam kebhinnekaan ini.

Halim memaparkan di balik penamaan Marimas pada perusahaannya juga mengandung unsur kebhinnekaan. Marimas jika dipenggal kata-kata, terdiri dari kata “Mari” dan “Mas”. Jika diartinya dalam Bahasa Jawa terkandung arti yang santun, yakni monggo mas (mari kakak-red). (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *