Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Dua Tempat Berbeda

Kombes Pol Lutfi Martadian
Kombes Pol Lutfi Martadian

SEMARANG (Awal.id) – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Ditresnarkoba Polda Jateng) berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya, Selasa (14/9).

Pengungkapan kasus ini merupakan kerja sama antara kepolisian dengan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. Narkotika tersebut diduga berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui paket dengan tujuan ke Madura. 

Dalam kasus tersebut, petugas berhasil menangkap dua tersangka, yakni ASH (18) dan MY (26). Mereka ditangkap di Sumenep, Jawa Timur pada 9 September 2021, karena membawa sabu seberat 342 gram. 

Di tempat yang berbeda, Polda Jateng juga mengamankan satu tersangka lain berinisial AP (24). AP ditangkap di Gayamsari, Kota Semarang pada 13 September 2021, karena membawa sabu seberat 100 gram.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes Pol Lutfi Martadian menjelaskan tersangka ASH dan MY merupakan kakak beradik yang diduga penerima paket dari pelaku J seorang wanita Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia.

“Barang bukti sabu seberat 342 gram tersebut didapat dari pelaku wanita yang berada di Malaysia sebagai pekerja TKI, saat ini jajaran kepolisian melakukan pengembangan dan penyidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut,” papar Lutfi.

Kasus Kedua

Kasus penangkapan kedua, bermula dari laporan masyarakat soal adanya transaksi narkoba di wilayah Gayamsari, Kota Semarang. Petugas kemudian menindaklanjuti laporan itu dan melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu minggu.

Untuk kasus kedua, lanjutMartadian, dari keterangan tersangka AP (24) mengaku mendapatkan sabu dari salah seorang temannya. 

“Karena didapati mendapat informasi bahwa pelaku akan melakukan transaksi narkoba, tim mengikuti pelaku yang sedang bersama anak istrinya naik sepeda motor,” tandas Lutfi.

Kemudian, sambung Lutfi, sesampainya pelaku di TKP, terlapor berhenti kemudian mengambil bungkusan teh kotak di bawah pohon. Tim langsung menangkap pelaku usai mengambil paketan yang berisi sabu tersebut. 

“Setelah tim membuntuti, petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku setelah mengambil bungkusan teh kotak tersebut, setelah kita bongkar bungkusan tersebut, ternyata ada bungkusan plastik hitam di lakban coklat yang berisi narkotika jenis sabu seberat 100 gram,” jelas Lutfi.

Lutfi mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen dengan bea cukai untuk memberantas peredaran narkotika international maupun nasional.

Atas perbuatan tersebbut,  tersangka ASH, MY, AP akan dijerat atas pelanggaran  pasal 114 Ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *