Jual Produk UKM, Sriboga Ajak Mitra Binaan Manfaatkan ’Digital Marketing’

Manager UKM Sriboga Flour Mill Irfan Wahyudi memberi kepelatihan kepada pelaku UMK Binaan.
Manager UKM Sriboga Flour Mill Irfan Wahyudi memberi kepelatihan kepada pelaku UMK Binaan.

SEMARANG (Awal.id) – PT Sriboga Flour Mill mengajak para pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) binaan untuk memulai bisnis dengan memaksimalkan kemajuan teknologi saat ini. Terutama teknologi yang berkaitan dengan digital marketing.

Hal tersebut disampaikan Irfan Wahyudi, Manager UKM Sriboga Flour Mill, usai berikan materi shering, dengan tema membuat breed variasi toping dan kik krekes kepada peserta di Ruang Baking Class UKM Center Distrik 22 Pusat Oleh-oleh Kota Lama Semarang.kemaren, Selasa (14/9).

Manager Sriboga Flour Mill yang kerap disapa Irfan itu mengatakan Baking Class ini diadakan untuk para peserta UKM binaan. Tujuannya agar bisnis usaha yang dijalankan UKM mitra binaan bisa naik kelas.

“Tadi tentang star up manajemen bisnis, pertama kita pengen mengajak kepada UKM-UKM itu untuk memulai bisnisnya dengan memaksimalkan teknologi saat ini. Terutama yang berkaitan dengan digital marketing. Kalau secara sederhananya, supaya Ibu-ibu ini, bisnis usahanya bisa naik kelas,” ujar Irfan.

Adapun materi yang diberikan kepada peserta baking class yakni  berkaitan dengan perluasan pemasaran secara digital, persaingan usaha dalam era revolusi industri serta, bagaimana menciptakan peluang baru.

Menurut Irfan, dengan hadirnya baking class/traning class ini, pelaku usaha didorong untuk melek dalam mengikuti perkembangan zaman dan mulai meninggalkan cara-cara lama agar usaha dapat berkembang.

Baking class untuk para UKM diadakan setiap dua minggu sekali, yakni hari Selasa di minggu kedua dan minggu ketiga. Sedangkan untuk peserta rata-rata yang ikut adalah member Sriboga UKM yang baru bergabung.

“Peserta baking class tak hanya dari Kota Semarang, namun ada peserta dari luar kota, seperti Pati, Kendal, Solo, Jepara, dan beberapa kota lainnya yang juga ikut bergabung bersama UKM Sriboga,” paparnya.

Cheef Rudy memberi pelajaran praktik membuat kue kepada para peserta baking class.

Cheef Rudy memberi pelajaran praktik membuat kue kepada para peserta baking class.

Program Bisnis

Iirfan menambahkan sekarang ini UKM Sriboga lebih fokus untuk program bisnis yang bisa dikendalikan dan bagaimana memaksimalkan marketing dengan sistem digital marketing.

“Kalau hari ini kita sekarang lebih fokus untuk program bisnis yang dikendalikan. Fokus kita mengelola keuangan yang sederhana, di mana kita harus memaksimalkan marketing dengan sistem digital marketing,” ujarnya

Sedangkan untuk pembinaan, kata dia, UKM Sriboga telah menyediakan class dan area untuk meningkatkan kemampuan anggotanya. Pembinaan UKM pun sudah terjadwal secara rutin. “Kalau yang pengen sekaligus menikmati Kota Lama, kita arahkan ke class yang berada di Distrik 22 Pusat Oleh-oleh Kota Lama Semarang. Sedangkan untuk Komunitas Sriboga digelar secara rutin tiap bulan di Sukoharjo,” jelasnya.

Irfan mempersilakan para pelaku usaha atau UKM  yang ingin bergabung bersama Sriboga. Untuk bergabung dengan Sriboga UKM syaratnya sangat mudah. Calon peserta cukup mendaftar melalui link UKM Sriboga, atau bisa datang langsung ke UKM Center Distrik 22 Pusat Oleh-oleh Kota Lama Semarang.

“Untuk menjadi anggota komis (koperasi UKM), kami memang mewajiban peserta anggota koperasi miliki simpanan pokok dan simpanan wajib,” kata Irfan.

Irfan mengatakan UKM Sriboga selalu menekankan para peserta baking class agar bisa memaksimalkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama mengikuti kepelatihan.

Sementara Isna Reifa (30), warga asli Pati, Jawa Tengah, mengaku banyak memperoleh manfaatkan selama mengikuti baking class dari Sriboga. Selain mendapat wawasan dan ilmu yang bermanfaat seputar digital marketing, dirinya juga menemukan komunitas pecinta kue dan roti yang dapat menjadi sarana tukar menukar ilmu.

“Saat mengikuti baking class tadi, saya mendapat masukan tentang bagaimana membangun bisnis agar lebih maju. Di sini pula, saya bisa mendapatkan ilmu-ilmu tentang dunia marketing yang sangat dibutuhkan pelaku UKM. Dengan mengusai digital marketing, kita bisa membangunan jaringan pemasaran yang lebih luas,” kata Isna.

Selain baking class, menurut Cheef Rudy, UKM Center Sriboga berencana untuk mengajak para perserta untuk mengikuti baking class bakery dengan membuat roti manis, bagaimana cara membuat toping dari roti manis, dan bagaimana cara membuat kulit chreps kik dengan bahan tepung terigu HiME.

“Kegiatan tersebut akan diikuti 16 peserta. Mayoritas peserta adalah pelaku UKM dan pelaku industri di bidang bakery. Tentu saja, pesertanya dari baking class ini,” tukas Rudy.

Cheef Rudy menjelaskan pengajaran para peserta UKM Member Sriboga ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan variasi produk UKM, sehingga lebih disukai masyarakat luas.

Dia berharap kepelatihan yang ditularkan kepada anggota UKM Sriboga ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu, sehingga mereka bisa memberikan penghasilan tambahan bagi keluarganya.

“Kalau peserta kreatif, produk peserta UKM Sriboga akan lebih berkualitas serta semakin bertambah variasinya,” kata Rudy. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *