Galakkan Vaksinasi di Pesantren,  Kapolda Jateng Dapat Penghargaan PBNU

SEMARANG (Awal.id) – Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mendapat penghargaan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diwakili Waketum Prof Dr Moch Maksum, terkait penggalakkan program vaksinasi di pesantren se-Jawa Tengah.

Penyerahan penghargaan dilakukan saat rombongan pengurus PBNU bersilaturahmi ke Mapolda Jawa Tengah, Jl Pahlawan, Semarang, Selasa (19/10) pagi.

Prof Dr Moch Maksum menjelaskan penghargaan dan apresiasi PBNU tersebut dilakukan, karena atas banyaknya kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan Polda Jateng pada komunitas pesantren, khususnya di wilayah Jateng.

“Saya berterima kasih kepada jajaran Polda Jateng. Kalau komunitas pesantren tidak diperhatikan, kemungkinan bisa menjadi kluster baru. Para santri dalam proses belajarnya kan wajib tinggal di dalam lingkungan pesantren,” papar KH Moch Maksum didampingi rombongan.

Menurut KH Moch Maksum, perhatian Polda Jateng pada komunitas pesantren sangat mengharukan dirinya, sekaligus menumbuhkan apresiasi dari PBNU.

“Kegiatan vaksinasi pesantren bermula dari Polres Kendal kemudian diikuti oleh Polres lain di Polda Jateng. Masuknya Polri ke lingkungan pesantren, juga membangkitkan kesadaran pada pengurus dan orang tua santri untuk aktif ikut vaksinasi,” tandas KH Moch Maksum.

Sementara itu Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan komunitas pesantren menjadi salah satu sasaran penting program vaksinasi yang dilaksanakan Polda Jateng. 

“Terdapat 4000 pesantren yang tersebar di seluruh Jawa Tengah yang menjadi perhatian kita terkait vaksinasi. Hal tersebut juga salah satu upaya kami untuk mempercepat vaksinasi, khususnya di pesantren,” papar Luthfi.

Tak hanya itu, Polda Jateng juga mempunyai program Pesantren Siaga Candi. Program tersebut menjadikan pesantren sebagai role model dalam penanganan Covi-19, khususnya di dalam lingkungan pesantren.

“Nantinya, setiap Polres melalui Kasat Binmas akan mendidik santri tentang protokol kesehatan agar mereka bisa menangani permasalahan di lingkungannya,” ujar Luthfi. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *