Semarang Turun Level 1, Wali Kota Hendi : Semua Kegiatan Sudah Boleh Buka

SEMARANG (Awal.id) – Kota Semarang akhirnya bisa menurunkan level PPKM, dari level 2 menjadi level 1. Kabar baik ini tentu ditunggu- tunggu masyarakat Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Penurunan level itu tertuang pada Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19.

Wilayah dalam pelaksanaan PPKM Level 1 umumnya mulai mendapat kelonggaran dalam berkegiatan yang bersifat massal atau tatap muka. Mulai dari peribadatan, sekolah, pekerjaan, hingga hiburan. Namun pemerintah tetap membatasi jumlah kuota maksimal orang berdasarkan zona.

Terkait hal itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang terlibat penurunan level. Menurutnya, turunnya level 1 tak lepas dari peran mereka yang telah bekerja keras menangani Covid-19 di Kota Semarang.

“Saya ucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan, TNI, Polri, Forkompinda, serta masyarakat Kota Semarang dan semua elemen yang terlibat yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Tentu, turunnya level 1 ini, tak lepas dari peran beliau-beliaunya,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi, Selasa (19/10).

Hendi mengakui untuk menurunkan level PPKM itu, seluruh warga Semarang saling bahu membahu untuk memberikan dukungan dalam menangani pendemi serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hendi mengimbau masyarakat Kota Semarang agar tidak lengah, dan tetap memakai masker, karena pandemi di negeri ini belum sepenuhnya berakhir.

“Covid ini belum selesai, maka kita jangan lengah, tetap harus menaati aturan, serta terus melaksanakan prokes dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Bukan hanya itu, Hendi menyebutkan ada beberapa peraturan baru seiring menurunnya level PPKM di Kota Semarang. Pada wilayah dengan zona hijau misalnya, seperti sektor perkantoran diizinkan membuka dengan kapasitas masing-masing 50 persen untuk pekerja di kantor dan di rumah.

Sedangkan untuk zona orange, jumlah pekerja WFH harus mencapai 75 persen. Sedangkan untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka masih tetap sama dengan level 2. Sementara mal, hypermarket dan supermarket diperbolehkan membuka usahanya hingga pukul 22.00 dengan kapasitas 100 persen.

Kemudian untuk rumah makan, cafe, resto, boleh buka hingga pukul 00.00 dengan kapasitas 75 persen. Selanjutnya tempat wisata, tempat ruang terbuka publik buka dengan kapasitas 75 persen. Untuk PKL boleh buka dengan kapasitas 75 persen tanpa pengaturan jam.

Bioskop dan cafe juga diperbolehkan buka hingga pukul 22.00 dengan kapasitas 75 persen. Pertemuan sosial budaya dan resepsi pernikahan bisa dihadiri 75 persen dari kapasitas.

Tempat ibadah sekarang boleh buka dan melakukan aktivitasnya dengan kapasitas 75 persen. Sesuai dengan kebijakan yang sudah ada, seluruh tempat tersebut tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk pengunjung. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *