Geram Rekan Wanita Dibentak, Puluhan Pengemudi Ojol Serbu Restoran Ayam Kalasan Simpang Lima Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Restoran Ayam Kalasan Simpang Lima yang berlokasi di Jalan Ki Mangunsarkoro No 86C, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, diserbu puluhan anggota driver online (Ojol) gabungan yang terdiri dari gojek, grab, dan shopee food.

Mereka beramai-ramai mendatangi restoran itu lantaran tidak terima atas perlakuan pemilik restoran yang membentak salah satu driver ojol wanita saat menunggu orderannya.

Sebelumnya, driver ojol wanita yang bernama Sonya Syvia Mayasari mendapat perlakukan kasar dari pemilik Restoran Ayam Kalasan ketika mengantre pesanan dari pelanggannya.

Setelah menunggu cukup lama, ordernya tak kunjung juga dilayani karyawan restoran tersebut. Sonya kemudian menanyakan kenapa order tidak segera dilayani hingga dua kali.

Namun, saat Sonya menanyakan ordernya untuk ketiga kalinya, sang pemilik restoran, Rinaldi Nugroho (24), langsung marah-marah dan membentaknya dan menyuruh ojol perempuan itu membatalkan pesanannya.

Jengkel terhadap sikap tak sopan tersebut, rekan ojol lain yang kebetulan juga mendapat orderan yang sama lantas menyebarkan video yang berisi saat Sonya  dibentak-bentak oleh pemilik restoran ayam tersebut. Sontak video yang disebarkan ke grup WhatsApp komunitas Ojol dan mendapat respon dari rekan-rekannya seprofesinya.

“Aku bilang baik-baik, kapan mas jadinya, kata dia nunggu ya, karena lama dan tidak wajar, aku tanya lagi, kapan mas orderannya jadi, sudah belum??? Tapi apa, jawaban dia malah tidak enak, dan membentak saya dengan nada yang tidak sopan. Kata pemilik restoran/warungnya begini, kalau mau menunggu silakan, kalau tidak cancel aja,” kata Sonya kepada awak media, Senin (22/11).

Aksi pemilik restoran yang marah sambil memukul meja dan berkata kasar kepada Sonya ini sempat direkam dan disebarkan ke grup wa komunitas Ojol mematik amarah mereka. Tak berapa lama setelah video itu tersebar,  pasukan Ojol lalu menyerbu Restoran Ayam Kalasan untuk meminta pertanggungjawaban pemiliknya atas tindakan kasar yang dilakukan kepada rekannya.

Tak lama berselang, aparat kepolisian dari Polsek Semarang Tengah juga tiba di lokasi kejadian. Polisi berusaha meredakan amarah para pengemudi ojek online yang bersiap ‘”mengadili” pemilik restoran.

pengemudi ojol agar permasalahan ini diselesaikan secara musyawarah. Setelah dimediasi, pemilik restoran Rinaldi kemudian meminta maaf dan menulis surat pernyataan yang berisi tidak akan berlaku kasar kepada pengemudi ojol.

“Ada perselisihan kecil lah, tapi karena ada video di medsos tiba-tiba jadi begini. Ini sudah clear, sudah dimediasi,” ujar Rinaldi. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *