Kalapas Terbuka Kelas II B Kendal: Maknai Pahlawan Tak Sekadar Menghargai dan Kenang Jasanya

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas II B Kendal, Rusdedy AMd IP SH MSi (kanan) dipandu Rudy Bonsa (kiri) saat tampil di program Inspirasi, Rabu (10/11).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas II B Kendal, Rusdedy AMd IP SH MSi (kanan) dipandu Rudy Bonsa (kiri) saat tampil di program Inspirasi, Rabu (10/11).

SEMARANG (Awal.id) – Hari Pahlawan diperingati oleh warga Indonesia setiap tanggal 10 November. Peringatan ini merupakan hari bersejarah, karena memperingati perjuangan para pahlawan yang berjasa untuk memerdekaan Indonesia dengan mengorbankan jiwa dan raganya.

Selain itu, peringatan Hari Pahlawan bertujuan untuk membangun ingatan kolektif sekaligus menggerakkan kesadaran masyarakat supaya generasi muda penerus bangsa bisa mengimplementasikan nilai-nilai luhur kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian intisari yang dilontarkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Kendal, Rusdedy AMd IP SH MSi saat menjadi nara sumber pada program acara Inspirasi, di Kantor Awal.id, Rabu (10/11). Program andalan Awal.id yang disiarkan melalui live streaming di kanal Youtube dengan tema “Pahlawanku, Inspirasiku” dipandu oleh Rudy Bonsa.

Menurut Rusdedy, memaknai sosok pahlawan itu sangat penting. Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan, berupa rela berkorban untuk merebut kemerdekaan menjadi momentum dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Rusdedy menilai memaknai pahlawan bukan sekadar menghargai dan mengingat jasa para pahlawan.

“Memaknai pahlawan itu kan bukan sekadar menghargai, bukan kita sekadar ingat jasa-jasanya, tapi ya kita harus mampu menjadi pahlawan di bidang tugas kita masing-masing. Itu artinya, kita harus betul-betul laksanakan itu,” katanya.

Rusdedy menjelaskan untuk menjadi pahlawan seseorang harus betul-betul melaksanakan tugas di bidangnya dengan sebaik mungkin. Seperti halnya pada saat ini sedang ramai-ramainya narkoba di lapas. Dia ingin memberikan contoh kepada lapas-palas lainnya, bahwa memaknai arti kepahlawanan harus dengan intergritas cara kerja yang baik, di mana seseorang itu bekerja dan memimpin tempat kerjanya harus dengan jujur dan baik.

“Seperti saat ini, sedang ramai peredaran narkoba di lapas, ya sebisa mungkin ini jangan sampai terjadi di lapas kita.  Menurut saya, hal itu yang harus kita fokuskan, di mana kita harus menjadi sosok pahlawan agar lapas yang kita pimpin tidak ada peredaran narkoba,” ujar Rusdedy.

Kapalas Terbuka Kelas II b Kendal Rusdedy AMd IP SH MH

Kapalas Terbuka Kelas II B Kendal Rusdedy AMd IP SH MH

Dia memaparkan Lapas Terbuka Kelas II B Kendal merupakan sarana asimilasi para nara pidana yang ada di lapas-lapas di Jawa Tengah, khususnya Pantura.

Menurutnya, lapas bukan merupakan tempat pemidaannya, melainkan wadah untuk pembinaan bagi seseorang yang telah melakukan pelanggaran hukum.

Dengan pembinaan selama berada di lapas, para napi yang sudah selesai menjalani proses asimilasi tersebut dapat diterima di tengah-tengah masyarakat jika mereka sudah bebas nanti.

“Ini lah arti pahlawan, kita harus bisa mengubah seseorang jauh lebih baik lagi setelah keluar dari lapas. Selain pertanian dan pengolahan tambak, kita juga ajarkan kepada para warga binaan tentang cara mengelola pakan ternak. Kita akan terus membantu mereka, supaya mereka memili bekal yang baik kedepannya nanti,” paparnya.

Pria asal Gorontalo, Makasar ini menjelaskan Lapas Terbuka Kelas II B Kendal telah memiliki program-program edukatif untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana. Dengan bekal yang dimilikinya, Rusdedy merasa yakini para warga binaan akan bisa menjalani kehidupan normal kembali di masyarakat.

“Kemampuan yang diperoleh selama menjadi penghuni Lapas, seperti bidang usaha pertanian, peternakan dan perikanan bisa menjadi bekal mereka untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Rusdedy menilai pengembangan sektor pangan perlu ditingkatkan produktivitasnya, terlebih lagi di masa pandemi corona saat ini.

“Warga binaan kita ajari cara bertani, bercocok tanam dan mengolah lahan. Dari hasil pertanian itu, saat ini mereka sudah mampu memproduksi pangan hingga ratusan ton,” katanya.

Rusdedy bertekad untuk mewujudkan Lapas Terbuka Kelas II B Kendal menjadi lapas yang produktif dalam mencetak warga binaan yang bisa menciptakan lapangan usaha baru pasca asilmilasi yang diterapkan di lembaganya.

“Pada tahun 2017 lalu, Menteri Hukum dan HAM telah menobatkan Lapas Terbuka Kelas II B Kendal sebagai lapas produktif. Untuk itu, kami akan menjaga kepercayaan ini dengan meningkatkan program pembinaan ke warga binaan dengan berbagai kegiatan keterampilan agar mereka bisa terampil, mandiri dan berkembang saat bebas nanti,” tukasnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *