Tewasnya Pemuda di Hotel Grand Candi, Polrestabes Semarang Temukan Fakta Baru  

SEMARANG (Awal.id) – Polrestabes Semarang berhasil mengungkap fakta-fakta terbaru penyebab kasus ditemukannya mayat seorang pemuda berinisial CB (23) yang jatuh dari lantai 6 Hotel Grand Candi pada Minggu (17/11), pukul 22.30 WIB.

Sebelumnya, Satresktim Polrestabes Semarang berhasil menetapkan tersangka seorang mahasiswa berinisial MA (22), warga Sambiroto, Tembalang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar membeberkan terkait kasus tersebut sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pelaku melapor dan sempat memberikan keterangan palsu.

“Berdalih memberikan keterangan palsu, seolah mengetahui dan melapor karena korban telah melakukan bunuh diri dengan cara menabrakan diri ke jendela kamar hotel hingga terjatuh dari lantai 6. Setelah dilakukan penyidikan, pelaku yang tadinya bersama dua temannya sebagai pelapor, langsung ditetapkan sebagai tersangka usai dimintai keterangan,” kata Irwan didampingi Kasat Reskrim AKBP Donny Sardo Lumbantoruan saat memimpin konferensi pers di Aula Polrestabes Semarang, Rabu (10/11).

Sebelum di hotel, lanjut Irwan, pelaku mengaku bersama korban dan dua orang teman lainnya melakukan pesta miras di sebuah cafe di dekat Hotel Grand Candi untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sarjana hukum.

“Setelah merayakan kelulusan mereka dari sore sudah meminum berbagai merek minuman keras di sebuah cafe, Kemudian pelaku dan korban kembali ke kamar hotel. Karena pelaku kesal atas perlakuan korban yang dari sore sudah membikin onar, di kamar hotel mereka mengalami perkelahian. Awalnya pelaku akan ditubruk dengan sikut, lalu pelaku melindungi dirinya dengan menendang korban, sehingga secara tidak sengaja pelaku mendorong ke jendela hingga pecah dan menyebabkan korban terjun bebas dari kamar lantai 6 dan tersungkur di balkon lantai dua,” ungkap Irwan.

Selain itu, pelaku berinisial MA mengaku hubungan dengan korban hanya teman dalam organisasi advokat. Ia juga mengaku, emosinya memuncak ketika pelaku sedang mandi dan diintip oleh korban.

“Saya dari Cafe sudah merasa jengkel karena keonarannya, ditambah emosi saya sempat memuncak saat ia mengintip saya sedang mandi. sontak membuat saya, menutup pintu kamar mandi dengan keras dan mengakibatkan pelipis korban terluka ringan. Kemudian korban emosi karena terluka dan terjadi perkelahian antara kami, korban berusaha menubruk saya dan secara tidak sengaja saya menendang untuk melindungi diri saya. Saya tidak tahu korban saya tendang ke arah jendela, dan membuat korban jatuh ke bawah,” jelasnya.

Tersangka dijerat pasal 338 tentang pembunuhan dan atau 359 tentang kelalaiannya mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 5 sampai 12 tahun penjara. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *