Joko Hartono : Kelola Kebhinnekaan untuk Ciptakan Kedamaian Kota Semarang

Sekretaris Badan Kesbangpol, Joko Hartono S STP MSi dipandu Dhyanara Paramita saat tampil di Program Inspirasi Awal Media Nusantara, Rabu (15/12).
Sekretaris Badan Kesbangpol, Joko Hartono S STP MSi dipandu Dhyanara Paramita saat tampil di Program Inspirasi Awal Media Nusantara, Rabu (15/12).

SEMARANG (Awal.id) – Menyatukan Beraneka ragam suku, budaya dan agama merupakan modal utama untuk membangun sebuah pondasi untuk berjalannya rencana Pemerintahan Kota Semarang, bahkan Indonesia.

Upaya untuk menyatukan hal itu merupakan tugas besar dari jajaran pemerintahan, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang.

Pernyataan itu dilontarkan Sekretaris Badan Kesbangpol, Joko Hartono S STP MSi saat menjadi narasumber pada program acara Inspirasi di Chanel Youtube Awal Media Nusantara, Rabu, (15/12). Program andalan Awal.id yang mengusung tema “Kelola Kebhinnekaan Jadi Modal Sosial’ ini dipandu oleh Dhyanara Paramita.

Menurut Joko, banyaknya konflik beraneka ragam perbedaan masyarakat merupakan tugas badan Kesbangpol untuk menciptakan kedamaian di wilayah Kota Semarang. Tanpa ada kerukunan antarmasyarakat, pastinya perkembangan di Kota ini tidak akan berjalan.

“Suatu perdamaian dan kerukunan bukan merupakan kondisi yang statis, tapi suatu kondisi yang dinamis. Itu berarti dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, kondisi rukun dan damai tidak datang sendiri, kami dari Kesbangpol bertugas untuk menciptakan kondisi tersebut di tengah masyarakat Kota Semarang,” papar Joko.

Joko menjelaskan di Kota Semarang terdapat berbagai macam kelompok organisasi kemasyarakatan. Kelompok tersebut memiliki basis yang beraneka ragam, mulai dari agama, profesi, suku, etnis, dan sosial. Dengan adanya pengelolaan yang baik, semua perbedaan itu tidak membuat mereka saling bersebrangan, sebaliknya justru dapat menciptakan kerukunan di Kota Semarang ini.

“Banyaknya kelompok organisasi di Kota Semarang merupakan tugas utama kami. Karena kami mengelola dan menciptakan kerukunan di tengah-tengah mereka dengan baik, sehingga tidak ada perseturuan atau bahkan malah bisa menciptakan kolaborasi dan memiliki layanan-layanan untuk publik umum,” ujar Joko.

Karakteristik Masyarakat Semarang

Saat ditanyai host Insipirasi Dhyanara Paramita, mengenai suasana yang lebih mendalam tentang Kota Semarang, Joko menjelaskan bahwa karakter masyarakat di Kota Semarang adalah alkuturasi antara masyarakat pesisir dan alkuturasi masyarakat keningratan antara masyarakat keraton di Solo dan Yogyakarta.

“Menurut guru besar salah satu bidang antropologi di salah Fakultas di Semarang, Di kota ini melahirkan masyarakat yang moderat, bukan yang ekstrim. Hal itu berarti, masyarakat Semarang lebih memamahi perbedaan-perbedaan keberanekaragaman, sehingga dapat menciptakan kerukunan dan tentunya dapat menerima pembaruan-pembaruan dalam menghadapi era digital saat ini,” tandas Joko yang sudah berada di bidang Kesbangpol selama 12 tahun.

Joko menilai kebhinnekaan di negeri ini sangat penting. Karena diketahui bahwa di Indonesia terdapat 300 lebih suku bangsa, bahkan suku dan agama juga beraneka ragam.

Berbicara masalah agama yang beraneka ragam di negeri ini, Joko mengatakan agama bisa menjadi alat pemersatu yang kuat, namun di sisi lain agama juga bisa menjadi alat pemecah yang sangat efektif.

“Inilah pentingnya pengelolaan kebhinnekaan yang baik, sehingga mengelola kebhinekaan di dalam beraneka ragam agama merupakan perhatian yang sangat ekstra,” ujarnya.

Menyadari pentingnya alat pemersatu yang mencegah perpecahan negara, bangsa dan masyarakat, kata dia, Kesbangpol Kota Semarang konsep-konsep toleransi dan moderasi sebagai tali mengikat persatuan dan kesatuan warganegara.

Joko menyakini setiap ajaran agama pasti mengajarkan tentang toleransi. Ketika seseorang sudah dapat memastikan kebenaran agama, pasti akan bertindak toleran kepada sesama dalam mengarungi kehidupan di dunia.

”Kebhinnekaan di Kota Semarang di bawah arahan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah tercipta dengan baik. Sinergitas elemen masyarakat Semarang pun sangat baik, sehingga pembangunan Kota Semarang dapat berjalan sesuai harapan,” katanya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.