Peringati Hari Ibu, Mbak Ita Ajak Anak Harus Berbakti kepada Orang Tua

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dipandu Rudy Bonsa saat tampil di acara Inspirasi Spesial Hari Ibu secara live streaming di kanal Youtube Awal Media Nusantara, Rabu (22/12).
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dipandu Rudy Bonsa saat tampil di acara Inspirasi Spesial Hari Ibu secara live streaming di kanal Youtube Awal Media Nusantara, Rabu (22/12).

SEMARANG (Awal.id) – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan anak harus berbakti dan mencintai kepada ibu dengan setulus hati. Bakti kepada ibu ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada orang tua yang telah merawat, mendidik dan membesarkan buah hatinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Semarang saat menjadi narasumber program acara Inspirasi, yang disiarkan melalui live streaming di kanal Youtube Awal Media Nusantara, Rabu (22/12). Program Inspirasi Spesial untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Rabu ini, mengusung tema “Kasih Ibu Sepanjang Wanita”. Acara yang dipandu oleh Rudy Bonsa berlangsung “Sersan”, serius tapi santai, sehingga enak untuk diikuti para pemirsa.

Menurut Mbak Ita, panggilan akrab Wali Kota Semarang ini, Hari Ibu menjadi salah satu momentum yang sangat penting bagi dirinya, keluarga dan ibu-ibu lainnya. Tak herankan, setiap Hari Ibu, semua anak pasti akan mengenang jasa-jasa ibunya, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup.

“Hari Ibu menjadi momentum bagi anak untuk menyampaikan rasa cinta, sayang dan terima kasihnya kepada ibu. Kecintaan kepada ibu ini sebagai bentuk rasa syukur anak kepada ibunya yang yelah merawat dan membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih saying,” paparnya.

Sebagai seorang anak, lanjut Ita, wajib hukumnya untuk selalu menghormati kedua orang tua, khususnya ibu pada hari ini 22 Desember. Bertepataan dengan Hari Ibu, Ita mengajar masyarakat Kota Semarang untuk senantiasa mencintai ibu dengan sepenuh hati.

Seperti diketahui, di Indonesia Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember. Dalam memperingati momentum Hari Ibu, banyak orang memberikan hadiah spesial untuk ibu mereka atau sekadar memberikan ucapan selamat Hari Ibu yang disampaikan dengan penuh syukur dan bermakna mendalam.

Mbak Ita mengatakan, dirinya juga sangat menyayangi sosok seorang ibu. Sejak duduk di bangku sekolah, kuliah, dan kemudian hingga saat ini bekerja, dia tidak pernah merepotkan orang tua, dan tidak ingin menyusahkan serta menyakiti hati orang tua, khususnya ibu.

“Alhamdulillah, sejak sekolah, kuliah, dan hingga saya bekerja sampai dengan saat ini, saya tidak pernah menyakiti hati orang tua, khususnya ibu. Kita sebagai anak, janganlah merepotkan ibu, menyusahkan ibu. Mereka, para ibu, merawat kita sejak di dalam kandungan lho. Marilah kita menyayangi mereka, para ibu kita tercinta,” ujar Mbak Ita.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu

Mbak Ita mengingatkan ketika seorang anak yang selalu berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, maka tak hanya kenyaman hidup yang diterima. Bahkan, sambungnya, dalam segi karier di dalam pekerjaan, doa seorang ibu pun akan menjadi energi kesuksesan.

Seperti dirinya, Mbak Ita saat ini mampu menjadi cerminan para ibu dan wanita Kota Semarang, menjabat Wakil Wali Kota Semarang mendamping Hendrar Prihadi sebagai wali kotanya.

Di balik sukses menjadi orang nomor dua di Kota Semarang sekaligus menjadi perempuan pertama yang memimpin di Ibu Kota Provinsi Jateng, Mbak Ita mengaku semua itu berkat doa ibunya yang tidak pernah putus-putus kepada Sang Khalik agar anaknya diberikan kemudahan dan kelancaran selama menjadi kehidupan di dunia.

“Saya tidak menduga dan tidak ada gambaran sama sekali untuk menjadi Wakil Wali Kota Semarang.  Background saya ini dari sejak jebrol lulus S1, saya banyak di bidang yang profesional. Jadi saya 17 tahun di perbankan. Tapi ya tak dipungkiri, bahwa apa yang saya peroleh saat ini, juga karena doa dari seorang ibu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Mbak Ita juga mengajarkan kepada anaknya agar selalu berbakti kepada orang tua. Mbak Ita, juga memberikan kesempatan kepada anaknya untuk memilih jalan sendiri, mau sekolah di mana, dan bekerja di mana, asal bermanfaat dan baik untuk masyarkat.

“Saya selalu ajarkan juga kepada anak saya, bahwa sebagai anak harus selalu berbakti dan ingat kepada orang tua, khususnya ibu. Di mana pun dan kapan pun, kita harus ingat sosok ibu dan selalu menyayanginya,” katanya.

Di sisi lain, menurut Mbak Ita, sebagai ibu dirinya  tidak menuntut anaknya harus melakukan apa, dan sekolah di mana, kerja apa. Baginya yang terpenting adalah keputusan yang diambil dan dijalani sang anak bisa bermanfaat untuk dirinya, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negaranya.

“Hidup harus bermanfaat, baik untuk dirinya dan orang lain. Saya tidak mempermasalahkan perbedaan pandangan, yang penting bermanfaat bagi sesama. Sebagai orang tua, saya hanya bisa mendoakan anak-anaknya agar bisa menjadi yang lebih baik dan bermanfaat,” tandasnya.

Mbak Ita menjelaskan anak semata wayangnya kini memilih jalur profesi yang berbeda dengan orang tuanya. Jika kedua orang tuanya menekuni dunia politik dan pemerintahan, anaknya memilih profesi kedokteran yang menjadi cita-cita sejak kecil.

“Saya tidak mengharuskan anak saya untuk mengikuti jejak saya maupun suami saya. Saat dia memilih sekolah kedokteran, saya hanya mendoakan agar cita-cita menjadi dokter terkabul. Tugas dokter juga mulia, melayani dan merawat kesehatan masyarakat sesuai dasar keilmuannya,” pungkasnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.