Varian Corono Baru, Omicron Muncul, Abdul Hakam Minta Masyarakat Lebih Waspada

Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan varian Virus Omicron kepada wartawan, di Ruang Khusus Srong Command Center Kantor Dinas Kesehatan Lt.9. 
Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan varian Virus Omicron kepada wartawan, di Ruang Khusus Srong Command Center Kantor Dinas Kesehatan Lt.9. 

SEMARANG (Awal.id) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Abdul Hakam menegaskan masyarakat Kota Semarang agar tetap mematuhi protkes di setiap aktivitasnya. Pasalnya, saat ini telah muncul varian virus Corona baru, yakni Corona Omicrona.

“Kami minta warga Semarang yang belum vaksinasi, segera melakukannya. Apalagi, sekarang telah muncul varian Corona baru, Omicron,” kata Hakam.

Menurut Hakam, dibandingkan varian sebelumnya, Covid-19, Beta dan Delta, varian Omicron yang berbeda hanya di bagian luarnya saja.

“Bedanya ada di RBD (Reseptor Branding Domain. Dari sisi kulit paling luar,” kata Hakam kepada Awal.id,  di Semarang, Jumat (3/12).

Selain itu, Hakam menjelaskan pihaknya belum secara pasti tahu tentang menyebaran Virus Omicron tersebut. Namun, lanjut dia, untuk tingkat penyebarannya hampir sama dengan Covid-19.

“Penyebaran sangat cepat sekali, virus Omicron ini tidak main-main, karena dari beberapa kasus yang ditemukan, virus ini tidak ada gejalanya. Bahkan diketahui, karena dari namanya virus ada biologi, virus ini sangat cepat penyebarannya,” jelasnya.

Sementara untuk laporan di Afsel, belum dilaporkan secara detail. Perlu diketahui untuk varian Delta kemarin, kata dia, gejalanya yaitu indra penciuman tidak akan berfungsi. Beda dengan virus Omicron yang tidak bergejala.

“Kami sampaikan kepada warga Semarang, kalau kita sudah divaksin, dalam hal ini, virus yang dilemahkan, maka insyaallah vaksin ini masih mampu untuk melawan virus varian baru ini. Sekali lagi perlu diingat, bahwa virus ini yang berbeda hanya lapisan luarnya saja, sedangkan untuk badannya sama, yakni Corona Virus,” paparnya.

Untuk menyikapi hal itu, Dinkes Kota Semarang, telah melakukan random sampling ke daerah-daerah yang menularkan. Selain itu, Dinkes akan melakukan percepatan vaksinasi, dengan cara Ndodok Lawang, bagi warga Kota Semarang yang belum mau divaksin.

“Saat ini masih ada daerah yang cakupannya rendah, masih ada warga tidak mau vaksin karena takut jarum, kena hoax dan lain-lain. Kedepan kami akan melakukan pendekatan dengan tokoh agama dan masyarakat, untuk menyakinkan warga agar mau divaksin. Kami ajukan tim promkes, dan kami bersama tim vaksinasi akan datang, per kelurahan, RW, RT, dengan cara ndodok lawang ini harus kita lakukan,” katanya.

Menurut Hakam, ,masih ada tujuh kelurahan dengan tingkat kesadarannya rendah untuk menjalankan protkes. Dinkes melalui puskesmas-puskesmas di setiap kecamatan akan terus melakukan sidak dan menginformasikan untuk warga tetap mematuhi protkes dengan ketat, dengan selalu mengingatkan warga untuk selalu memakai masker. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *