Bambang Sujatmiko Tegas Terapkan Aturan Sekolah

Drs Bambang Sujatmiko MSi
Drs Bambang Sujatmiko MSi

SEMARANG (Awal.id) – Sebenarnya Drs Bambang Sujatmiko MSi, yang kini Kepala SMK N 4 Semarang, ingin menjadi seorang dokter. Namun keinginannya itu kandas, karena tes masuk Fakultas Kedokteran UNS yang diikutinya, soal ujiannya ternyata bocor. Bambang lantas enggan mengkuti tes ulang di fakultas tersebut. Dan tidak mau belajar lagi untuk persiapan mengikuti tes.

Dia kemudian diterima di IKIP Yogyakarta tanpa tes, yaitu melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Setelah lulus, Bambang langsung menjadi guru di STM Pembangunan Semarang pada program Ikatan Dinas.

Alumnus SMAN Sragen 2 Sragen ini otaknya memang encer. Sewaktu SMA, dia berhasil menempati ranking satu. Meski dilahirkan dari keluarga tentara, ayahnya terakhir pensiunan mayor, ibunya tak mengizinkan dia untuk menjadi seorang serdadu.

“Kata ibu saya, jadi tentara waktu itu susah. Kami sering pindah rumah untuk mengikuti tempat tugas Bapak,” ungkap kerabat dari mantan Gubernur Bibit Waluyo ini, di rumahnya yang megah di Perumnas Pucang Gading, Desa Batursari, Mranggen, Demak.

Interior rumahnya banyak dihiasi dengan ornamen-ornamen kayu jati yang digarap pengukir dari Jepara. Rumah itu terasa luas, dengan Tv berukuran besar di dinding rumah. Sementara di sebuah pohon di teras rumahnya, bertengger banyak bunga anggrek yang dirawat dengan rapi oleh sang istri, yang juga seorang guru.

Banyak warga setempat yang ketika lewat di depan rumahnya, terpesona oleh keindahan bunga anggrek itu. “Bahkan ada yang selfie di depan kembang anggrek itu,” ungkap pria yang kini masih bertubuh atletis itu, karena rajin bersepeda.

Wisudawan Terbaik

Prestasi juga diraih Bambang, saat menempuh S2 di FISIP Undip Semarang, dengan menjadi wisudawan terbaik. Sebuah prestasi yang justru ditangisi putri bungsunya, karena sang anak tak berhasil menyamai kesuksesan ayahnya – yang meski tak lagi muda, bisa mengalahkan mahasiswa lain yang masih fresh graduate. Sang putri memang hanya berhasil menjadi wisudawan terbaik kedua, sewaktu menyelesaikan S2-nya di IPB. Sedang si sulung, juga telah bekerja di PT PP. “Gaji anak-anakku justru lebih besar dari saya,” papar pria yang ramah dan murah senyum ini.

Kini dia memimpin SMK N 4 Semarang, hingga pensiun di tahun 2024 nanti. Jejak panjang sebagai seorang guru memang telah dilewatinya. Mulai dari menjadi guru dan kepala sekolah di SMK Pembangunan – yang akhirnya berubah menjadi SMK N 7 Semarang, hingga memimpin SMK N 10 dan SMK N 4 Semarang.

Sewaktu menjadi Kepala SMK N 10 Semarang, dia terpaksa harus memulangkan kembali beberapa siswa ke orangtuanya, karena melanggar aturan yang sudah ditetapkan sekolah. “Yaitu berkelahi atau tawuran, memakai narkoba dan berbuat kriminal,” ungkapnya, yang dikenal tegas dan disiplin dalam memimpin sekolah ini.

Guru yang berprestasi di tingkat nasional ini memimpin SMK N 10 Semarang sejak tahun 2020. Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya menjadi Center Of Excellence (COE) atau  pusat keunggulan bagi SMK yang mampu menginspirasi, membantu dan melatih SMK untuk meningkatkan mutu pendidikan. Semboyan sekolah ini yaitu “Ukir Prestasi Tiada Henti”, untuk menyemangati para siswa dan guru, mencapai hasil maksimal di semua kegiatan yang dilakukan.

Dia juga sebagai merintis pendirian MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) TMO (Teknik Mekanik Otomotif) sebagai asosiasi atau himpunan guru, yang memegang peranan strategis untuk meningkatkan dan memperkuat kompetensi guru melalui diskusi dan pelatihan. Peran utamanya adalah memfasilitasi guru dalam bidang studi yang sama dalam bertukar pendapat dan pengalaman.

Kemakmuran dan kesejahteraan agaknya sudah diterima dirinya bersama keluarga. Apa lagi yang akan dilakukannya di masa depan? “Saya akan membaktikan diri saya untuk masyarakat,” ungkapnya. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.