Dompet Dhuafa Salurkan 1.713 Ekor Kambing Sehat, Tidak Cacat dan Sesuai Syariat

KENDAL (Awal.id) – Dompet Dhuafa Jawa Tengah menyiapkan program Tebar Hewan Kurban menjelang Idul Kurban. Sebanyak 1.713 ekor kambing ternak yang sehat, tidak cacat dan sesuai dengan syariat akan disalurkan Dompet Dhuafa untuk masyarat yang berhak menerimanya.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Ahmad Saddam Bustomi dalam press conference di Sentra Peternakan Kurban di Desa Tamanrejo Kecamatan Limbangan, Kamis (30/6/2022).

Bustomi mengatakan, program Dompet Dhuafa ini merupakan program pendistribusian kurban ke desa-desa.

Dia berharap program ini bisa meningkatkan minat para donatur untuk menyalurkan kurbannya di Dompet Dhuafa.

“Dari jumlah tersebut, 1.000 ekor kambing diternak di Kabupaten Kendal, 300 ekor di Boyolali dan sisanya di beberapa peternakan di berbagai wilayah,” jelasnya.

Kepala Desa Tamanrejo, Mustafa menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Karena dengan adanya sentra ternak kurban ini, warga desanya bisa ikut bekerja menjadi tenaga peternakan.

“Ada empat warga desa kami yang bekerja di peternakan kurban ini. Selain itu juga pengolahan kotoran ternak untuk dijadikan pupuk. Harapannya ini bukan hanya peternakan kurban saja, tapi bisa bekerja sama di bidang yang lain. Karena lahan kami masih luas,” kata Mustafa.

Sementara Manager Kandang Dompet Dhuafa Farm Jawa Tengah, Arif Fajar Hidayat menjelaskan, dari 1.713 ternak hewan kurban, akan disalurkan di 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Arif menjelaskan, program ini adalah program pemindahan hewan kurban dari kota ke desa-desa. Dompet Dhuafa Jawa Tengah menyediakan hewan ternak yang kemudian dibeli oleh Donatur untuk disalurkan di desa.

“Kabupaten Kendal saat ini pengajuan distribusinya ada 300 ekor,” ungkapnya.

Menurut Arif, sentra ternak hewan ternak di Indonesia hanya ada sembilan. Salah satunya Kabupaten Kendal.

“Kabupaten Kendal dipilih, karena Kendal dekat dengan ibukota Provinsi. Setelah dilakukan pemetaan, lokasi ini sangat cocok untuk peternakan hewan korban;” ucapnya.

Sementara untuk harga domba standar harga bekisar Rp 1.945.000, kemudian domba medium harga Rp 2,225,000 dan domba premium dengan harga Rp 2.595.000.

“Jadi donatur bisa memilih dan membayar sesuai harga, donatur tidak perlu mikir apa-apa. Jadi Insya-Allah sampai laporan selesai akan dikirimkan ke donatur. Laporannya berbentuk foto penyerahan domba waktu masih hidup dan saat dipotong beserta keterangan dan tanda terima penyaluran,” tuturnya.

Sementara terkait adanya penyakit mulut dan kuku (PMK), Arif mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal.

Bahkan, pihaknya sudah melakukan sterilisasi kandang sebelum adanya wabah PMK. Apalagi kasus PMK pada hewan kambing maupun domba tidak klinis, seperti yang terjadi pada hewan sapi.

“Kami mengantisapasi dengan lockdown, penyemprotan disinfektan kepada yang akan masuk kandang,” imbuhnya.

Untuk penyembelihan hewan kurban, Arif juga mengaku sudah mendapatkan sosialisasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan tanggal 13 Juni 2022. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.