Kampung Wisata Taman Lele, Berenang di Area Rimbun Pepohonan

Gerbang masuk Kampung Wisata Taman Lele. Di dalamnya terdapat banyak fasilitas wisata, seperti kolam renang, arena mainan anak, gazebo, jogging track, dan penginapan
Gerbang masuk Kampung Wisata Taman Lele. Di dalamnya terdapat banyak fasilitas wisata, seperti kolam renang, arena mainan anak, gazebo, jogging track, dan penginapan

SEMARANG (Awal.id) – Kampung wisata Taman Lele Semarang adalah sebuah objek wisata alam sekaligus taman hiburan keluarga yang terletak di ujung barat Kota Semarang.

Objek wisata ini memiliki luas lebih dari 2 hektare, memiliki aneka permainan untuk keluarga, baik permainan air ataupun permainan darat. Lokasinya berada di Jalan Walisongo KM 10, Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan.

Sebelum dikembangkan seperti sekarang, Kampung Wisata Taman Lele merupakan salah satu tujuan rekreasi keluarga di Kota Semarang yang dilengkapi dengan beragam fasilitas, antara lain kolam keceh, becak air, kebun binatang mini, danau buatan, dan gazebo.

Namun pada perkembangannya, Taman Lele juga menyediakan fasilitas penginapan dengan harga terjangkau, bahkan kolam renang dan panggung pertunjukan. Ada juga jogging track dan animatronik berupa lele albino.

Di tengah Taman Lele ada sebuah panggung kecil dan tribun penonton yang sudah selesai dibangun. Panggung tersebut bisa digunakan untuk berbagai kegiatan ataupun sekadar tempat bersantai wisatawan yang ingin menikmati rindangnya pohon besar yang ada di tengah sendang.

Mitos Lele Tanpa Daging

Destinasi Taman Lele sangat kental dengan mitos dan legenda hidupnya ikan lele berkepala tanpa daging.

Mitos ikan lele misterius itu bahkan menjadi cerita yang dipercaya masyarakat sekitar secara turun temurun. Disebut Taman Lele karena destinasi wisata yang dipenuhi pepohonan rimbun itu terdapat sebuah sendang yang dihuni kawanan ikan lele hingga kini.

Sendang atau kolam keramat itu ditumbuhi dua pohon besar di kanan dan kirinya. Di sekitar pangkal dan akar pohon berseliweran ratusan ikan lele berbagai jenis dan warna.

Wahana kolam keceh di Kampung Wisata Taman Lele sudah disulap menjadi kolam renang dengan kondisi air yang selalu jernih

Wahana kolam keceh di Kampung Wisata Taman Lele sudah disulap menjadi kolam renang dengan kondisi air yang selalu jernih

Banyak yang percaya di sendang Taman Lele masih kerap muncul ikan lele bertubuh duri tanpa daging Mitos tersebut tak lepas dari kepercayaan warga tentang kisah Nyai Tuk Sari yang merupakan penemu awal sendang Taman Lele.

Konon, Nyai Tuk Sari hingga kini masih menunggu dan menjaga area sendang. Sendang ini beberapa kali juga menjadi lokasi komunitas supranatural untuk melakukan uji nyali.

Kentalnya historis Taman Lele membuat lokasi wisata, yang ada sejak 1932 itu, digunakan berbagai kegiatan bersih-bersih sendang dan ritual oleh masyarakat sekitar, khusunya setiap malam Jumat Kliwon, khususnya warga Dusun Puncak Sari dan Beji, Kecamatan Tugu yang bermukim dekat kawasan Taman Lele.

Banyak pula yang percaya bahwa mandi di sendang ini akan memperoleh berkah serta obat awet muda, dan mengobati beragam penyakit.

Taman Lele memiliki potensi besar menjadi wisata air yang menjanjikan di Kota Semarang. Selain berada di jalur utama Pantura Semarang-Kendal, kawasan ini juga memiliki tempat yang adem dan sumber mata air jernih. Sehingga cocok untuk liburan keluarga. Lokasinya juga dekat dengan Kebun Binatang Mangkang atau Semarang Zoo..

Untuk masuk ke Taman Lele, harga tiket di hari biasa cuma Rp 4.000, sedangkan jika hari Minggu Rp. 5.000. Kemudian untuk sepekan Lebaran harga tiket biasanya sedikit dinaikkan. (adv)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.