Satreskrim Polrestabes Semarang Tangkap Komplotan Penggelapan Barang Ekpedisi Senilai Rp 1,1 Miliar

SEMARANG (Awal.id) – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil menangkap komplotan pelaku penggelapan barang ekspedisi dengan total nilai kerugian sebesar Rp 1,1 miliar. 

Komplotan tersebut berjumlan tujuh orang pelaku. Mereka mempunyai peran masing-masing dalam aksi tersebut.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar membeberkan pelaku pertama, yakni Aladip Febri Ananto (36), warga Kabupaten Bekasi, berperan sebagai otak pelaku yang mencari barang atau target dengan memantau ekpedisi.

Kedua, lanjutnya, bernama Mochamad Holil (42), warga Kabupaten Bekasi bertugas sebagai pembuang truk setelah mendapatkan barang yang diincar.

“Pelaku ketiga Malim Dewa, warga Kabupaten Jakarta Timur berperan sebagai penghilang GPS pada truk pengangkut dari ekspedisi. Pelaku keempat bernama Adang, warga Bogor berperan sebagai pencari pembeli barang penggelapan,” ungkap Irwan didampingi Kasatreskrim, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/6).

Kemudian, Irwan menyebut pelaku berikutnya, yakni Zulkarnain, warga Depok berperan sebagai penadah dan Mauli Armadi, warga Bekasi sebagai penghubung ke pembeli. Sedangkan pelaku terakhir, yakni Fachrizal Akbar, warga Bogor sebagai pembeli terakhir dan penadah.

“Untuk tersangka Aladip dan Holil ini adalah residivis dan saat ini juga yang bersangkutan sudah kita koordinasikan dengan Polres Surakarta, karena sebelumnya mereka melakukan kegiatan yang sama penggelapan truk obat sirup. Tersangka ini juga terlibat kasus yang sama di Polda Jatim dengan kasus penggelapan satu kendaraan rokok,” beber Irwan.

Bawa Kabur Barang Orderan

Sementara Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan menambahkan kasus tersebut bermula ketika pada Selasa (12/4), korban atau pembeli barang berinisial RS menghubungi pelapor AM atau pihak ekspedisi untuk mengirimkan barang miliknya berupa kain textle sebanyak 505 roll dari Gudang CV Trans Express Logistic yang berada di Tanjung Emas Semarang ke Jakarta Utara.

Usai menerima orderan, lanjutnya, pelapor lalu menyiapkan truk wing box bernomor polisi B 9887 EUW yang dikemudikan pelaku Aladip bersama kernetnya Halil. Setelah barang selesai dimuat pada pukul 15.30 WIB, lalu berangkat ke tujuan dengan estimasi tiba tanggal 13 April 2022.

Kemudian menurut keterangan pelapor pada tanggal tersebut, barang belum diterima oleh korban. Lalu korban menghubungi pihak ekspedisi dan diberitahu jika truk yang mengangkut terparkir di SPBU Karawang dengan kondisi tidak ada sopir, kernet dan barang orderan. Saat itu sopir dan kernet tidak bisa dihubungi. Dari hasil pemeriksaan niat pelaku memang membawa kabur barang tersebut.

“Setelah ditunggu kurang lebih dalam waktu 24 jam, kendaraan sudah sampai di Jakarta setelah dilakukan pengecekan oleh korban dan penerima barang itu barang tidak sampai-sampai. Ternyata barangnya sudah dipindahkan ke kendaraan lain di daerah Karawang. Dan kendaraan sebelumnya untuk mengangkut itu ditinggalkan oleh para pelaku di lokasi,” jelas Donny.

Ia menandaskan, usai menerima laporan atas kejadian tersebut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan berhasil menangkap pelaku dengan lokasi yang berbeda.

“Holil diamankan di Jember, Aladip di Kalimantan Selatan, Mauli Armadi diamankan di Cirebon lalu Adang di Bogor, Dewa dan Zulkarnain di Cibubur kemudian Fachrizal di Bogor,” tandasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHP, pasal 55 ayat 1 KUHP dan pasal 480 ayat 1 KUHP. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.